Anak dan Istri Pengusaha Warteg yang Positif Covid-19 Jalani Rapid Test, Hasilnya Non-Reaktif

Kompas.com - 11/06/2020, 23:31 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kota Tegal didampingi anggota kepolisian bersiap melakukan rapid test kepada keluarga KH, seorang pengusaha warteg yang positif Covid-19, di Kelurahan/Kecamatan Margadana, Kota Tegal Rabu (10/6/2020). (Foto: Dok. Polsek Sumurpanggang) KOMPAS.com/Tresno SetiadiPetugas Dinas Kesehatan Kota Tegal didampingi anggota kepolisian bersiap melakukan rapid test kepada keluarga KH, seorang pengusaha warteg yang positif Covid-19, di Kelurahan/Kecamatan Margadana, Kota Tegal Rabu (10/6/2020). (Foto: Dok. Polsek Sumurpanggang)

TEGAL, KOMPAS.com - Keluarga dari KH (56) pengusaha warteg di Kota Tegal, Jawa Tengah, yang positif Covid-19 telah menjalani rapid test.

Hasilnya, kedua anak dan istri KH dinyatakan non-reaktif.

Seperti diketahui, KH yang baru pulang berdagang di Depok, Jawa Barat, langsung menjalani perawatan di RSI Harapan Anda karena mengeluh sesak napas, demam, dan nyeri tenggorokan pada 5 Juni 2020.

KH yang merupakan Warga Jalan Pati, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, diumumkan positif Covid-19 oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono pada Rabu (10/6/2020) malam.

Baca juga: Pengusaha Warteg Positif Covid-19, Wali Kota Tegal: New Normal Tetap Berjalan Meski Zona Kuning

"Hasilnya tadi (anak dan istri KH) dinyatakan non-reaktif atau negatif. Informasinya akan menjalani rapid test dua kali pekan depan oleh Dinas Kesehatan," kata Rosidin, Ketua RT di tempat tinggal KH, kepada Kompas.com, Kamis (11/6/2020).

Rosidin membenarkan warganya tersebut langsung menuju Rumah Sakit Islam Harapan Anda setiba dari Depok, Jawa Barat.

Hanya saja, kata Rosidin, KH yang pulang menggunakan travel saat itu pulang bersama istrinya T.

"Begitu sampai rumah istrinya sudah turun, KH tidak turun, namun langsung menuju rumah sakit diantar travel. Awalnya sih katanya mengeluh ada sakit lambung," sebut Rosidin.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tegal Yuli Prasetya saat dikonfirmasi perihal rapid test belum merespons.

Baca juga: Pemilik Warteg Positif Covid-19, Pulang dari Depok ke Tegal Pakai Travel

Diberitakan sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tegal, Jawa Tengah, mengumumkan ada satu kasus baru positif Covid-19 yang menimpa warga Kota Tegal di tengah new normal, Rabu (10/6/2020) malam

Pasien berinisial KH (56) seorang pengusaha warteg yang merantau di Depok. Saat ini pasien itu dirawat di ruang isolasi RSI Harapan Anda Kota Tegal.

"KH, 56 tahun, warga Jalan Pati, Kelurahan/Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Masuk RSI 5 Juni. Hasil pengambilan swab 6 dan 7 Juni positif Covid-19," kata Dedy Yon Supriyono selaku Ketua Gugus Tugas, saat konferensi pers di Balai Kota Tegal, Rabu (10/6/2020) malam.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu RI Catat Ada 83 Kampanye Pilkada Serentak 2020 Dibubarkan

Bawaslu RI Catat Ada 83 Kampanye Pilkada Serentak 2020 Dibubarkan

Regional
Besaran Kekayaan Kandidat Pilkada Karawang 2020: Aep Syaepuloh Rp 391,7 M, Adly Fairuz Rp 8,5 M

Besaran Kekayaan Kandidat Pilkada Karawang 2020: Aep Syaepuloh Rp 391,7 M, Adly Fairuz Rp 8,5 M

Regional
Lolos Program Kartu Prakerja, Penyintas Covid-19: Itu Berkah Selama Karantina Mandiri...

Lolos Program Kartu Prakerja, Penyintas Covid-19: Itu Berkah Selama Karantina Mandiri...

Regional
Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Regional
Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Regional
Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Regional
Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Regional
Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Regional
Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Regional
Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai 'Rapid Test' Nonreaktif

Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai "Rapid Test" Nonreaktif

Regional
Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

Regional
Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Regional
Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Regional
Kisah Penyintas Covid-19 Dikucilkan, Jalan Depan Rumah Diblokade, Jadi Pukulan Telak Saat Isolasi Mandiri

Kisah Penyintas Covid-19 Dikucilkan, Jalan Depan Rumah Diblokade, Jadi Pukulan Telak Saat Isolasi Mandiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X