Calon Haji Tertunda Keberangkatannya, Kepala Kemenag Harap Jemaah Tak Tarik Dana

Kompas.com - 02/06/2020, 23:52 WIB
Ilustrasi jemaah haji. AFP PHOTOIlustrasi jemaah haji.

 

PALOPO, KOMPAS.com - Sebanyak 107 warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan, tertunda keberangkatannya untuk menunaikan ibadah haji tahun 2020 Masehi atau 1441 Hijriah, meski sudah melunasi biaya haji.

Hal ini sesuai keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk tidak memberangkatkan calon jemaah haji Indonesia dengan pertimbangan pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Plt Kepala Kementerian Agama Kota Palopo, Nurul Haq mengatakan, jumlah jemaah calon haji asal Palopo 107 ditambah dengan kuota cadangan sebanyak 6 orang semuanya telah melunasi biaya haji tahun 2020.

"Sebanyak 107 orang calon jamaah haji dan 6 orang cadangan tertunda keberangkatannya tahun ini, sesuai keputusan Kementerian Agama RI,” kata Nurul Haq, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: Sebanyak 2.586 Calon Jemaah Haji Asal Kaltim Batal Berangkat, Diminta Tak Kecewa

Menurut Nurul, informasi pembatalan keberangkatan tersebut sudah tersampaikan kepada seluruh calon jemaah dan diminta untuk menerima keputusan tersebut.

"Para jemaah menerima dengan lapang dada keputusan tersebut, semoga dengan penundaan ini ada hikmah dibaliknya,” ucap Nurul.

Meski dibatalkan, lanjut Nurul, para jemaah calon haji ini akan diprioritaskan untuk diberangkatkan tahun 2021.

"Mereka akan diprioritaskan tahun depan dan kami imbau supaya mereka tidak menarik dananya meskipun itu adalah hak mereka dan Insya Allah bila ada kenaikan mereka  tidak akan menambah biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) seperti tahun- tahun sebelumnya,” harap Nurul.

 

 

 

 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X