Polisi Periksa ASN di Ponorogo Terkait Penerbangan Balon Udara

Kompas.com - 29/05/2020, 10:55 WIB
Belasan balon udara yang diserahan warga ke Polsek Sumoroto. Warga memilih menyerahkan balon udara setelah Kepolisian Ponorogo menindak tegas warga yang membuat petasan. KOMPAS.com/MITABelasan balon udara yang diserahan warga ke Polsek Sumoroto. Warga memilih menyerahkan balon udara setelah Kepolisian Ponorogo menindak tegas warga yang membuat petasan.

PONOROGO, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Ponorogo, Jawa Timur meminta keterangan seorang aparatur sipil negara (ASN) terkait diamankannya sebuah balon udara di Kecamatan Babadan beberapa waktu lalu.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto mengatakan, pemanggilan ASN tersebut terkait halaman rumahnya yang dijadikan lokasi penerbangan balon udara.

"Rumahnya sebagai penerbangan balon udara,” ujarnya mealui pesan singkat Jumat (29/05/2020).

Baca juga: Polisi Sita 87 Balon Udara Milik Warga, Salah Satunya Berukuran 35 Meter

Arif menambahkan, status ASN tersebut saat in masih sebatas saksi.

Pihaknya juga akan meminta keterangan dari sejumlah saksi lainnya yang mengetahui kegiatan penerbangan balon udara tersebut.

“Nanti yang diperiksa tidak hanya si ASN namun juga mereka yang ada di lokasi,” tambahnya.

Polisi akan bertindak tegas terhadap waga yang nekat menaikkan balon udara di hari Raya Idul Fitri.

Kepolisian Resor Ponorogo telah mengamankan 87 balon udara dalam razia yang dilakukan selama hari raya Idul Fitri. Polisi juga mengamankan 8.000 petasan.

“Jika nanti memang ada saksi dan barang bukti yang mengarah bisa saja dijadikan tersangka," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 10 Juli 2020

Regional
Tiga dari 10 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Tiga dari 10 Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 Tidak Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
Jadi Kurir Narkoba, Pria Ini Dikendalikan Napi Lapas Kedungpane Semarang

Jadi Kurir Narkoba, Pria Ini Dikendalikan Napi Lapas Kedungpane Semarang

Regional
Lagi, Dokter di Semarang Gugur karena Covid-19, Spesialis Kejiwaan RSI Sultan Agung

Lagi, Dokter di Semarang Gugur karena Covid-19, Spesialis Kejiwaan RSI Sultan Agung

Regional
Warga Semarang Bersepeda Makin Ramai tapi Jalur Khusus Malah Jadi Tempat Parkir

Warga Semarang Bersepeda Makin Ramai tapi Jalur Khusus Malah Jadi Tempat Parkir

Regional
Sekat Kanal Baru untuk Mencegah Karhutla Rusak, Ternyata Ulah Pencuri

Sekat Kanal Baru untuk Mencegah Karhutla Rusak, Ternyata Ulah Pencuri

Regional
Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ambon, Seluruh Keluarga Dinyatakan Negatif

Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Ambon, Seluruh Keluarga Dinyatakan Negatif

Regional
'Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan'

"Kami Siap Bertanggung Jawab di Akhirat Jika Telah Berbuat Kesalahan"

Regional
Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidoarjo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Plt Bupati Heran Kesembuhan di Sidoarjo Tak Kunjung Bergerak, Ternyata Salah Input Data

Regional
Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Kasus Pembunuhan Perempuan di Palembang, Ini Rencana Pelaku

Regional
Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Bangkitkan Perekonomian, Jabar Perkuat Kerja Sama dengan Yordania dan Tunisia

Regional
Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Gara-gara Warisan, Anak Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal

Regional
Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Tarif Maksimal Rapid Test Rp 150.000, Pemprov Bali: Segera Diterapkan

Regional
Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Pungutan Sekolah di Masa Pandemi, Dilarang Bupati Banyumas, Sekolah Kebingungan

Regional
Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X