Dilema Gubernur NTB Atas 4.202 TKI yang Bakal Pulang Kampung

Kompas.com - 15/05/2020, 13:13 WIB
Gubernur NTB Zulkieflimansayah saat diwawancarai kompas.com terkait kepulangan TKI KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDGubernur NTB Zulkieflimansayah saat diwawancarai kompas.com terkait kepulangan TKI

MATARAM, KOMPAS.com - Lebih dari 4.000 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) akan pulang kampung dalam waktu dekat.

Kepulangan para TKI ini kebanyakan karena sudah habis masa kontrak kerja dan harus segera dideportasi.

"Iya, betul dalam waktu dekat ini ada 4.202 orang (TKI) akan pulang, mereka pulang karena habis kontrak kerjanya," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB  Wismaningsih Drajadiah, saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2020).

Wismaningsih menyampaikan, para TKI yang akan pulang sebagian besar dari Malaysia dan Arab Saudi.

Baca juga: Cemburu, Suami Bacok Istri yang Dituduh Selingkuh

Kepulangan para TKI ini menjadi buah simalakama bagi Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Di satu sisi Zul khawatir dengan adanya penyebaran Covid-19 melalui klaster baru yang memungkinkan dengan kepulangan TKI ini.

Di sisi yang lain, diketahui bahwa di tempat para TKI bekerja sudah dideportasi bahkan tidak dikasih tempat lagi.

"Kalau kami ini serba dilematis, memang kedatangan orang baru (TKI) ditempat kami memungkinkan akab ada klaster baru, tapi kalau tidak diterima inikan rakyat kita," kata Zulkieflimansayah, pada Rabu (13/5/2020) lalu.

Mengantisipasi potensi klaster baru penyebaran Covid-19, Zulkieflimansayah telah merapatkan langkah antisipatif.

Baca juga: Cerita Bupati Madiun Dihadang Orangtua Saat Jemput Paksa Santri Positif Corona

"Kami akan berkoordinasi di internal kami sendiri, tentu harus ada protokol-protokol yang harus kami lakukan bersama," kata Zul.

Orang nomor satu di NTB ini menyampaikan, kepulangan TKI ini bukan hanya di NTB memainkan hampir di seluruh Indonesia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulihkan Sektor Wisata, Pemprov Jabar Gelar Bulan Diskon

Pulihkan Sektor Wisata, Pemprov Jabar Gelar Bulan Diskon

Regional
Polda Sulsel Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Babinsa di Tambora

Polda Sulsel Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Babinsa di Tambora

Regional
Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, Beras 10 Kilogram Dijual Rp 2 Juta dan Mi Instan Ditukar Emas

Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, Beras 10 Kilogram Dijual Rp 2 Juta dan Mi Instan Ditukar Emas

Regional
100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

Regional
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Regional
Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Regional
KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

Regional
Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Regional
Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Regional
91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

Regional
Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Regional
Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Regional
Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Regional
Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Regional
Belajar dari Jekmil, Ini Seharusnya Cara Driver Ojek Memperlakukan Ibu Hamil yang Dibonceng

Belajar dari Jekmil, Ini Seharusnya Cara Driver Ojek Memperlakukan Ibu Hamil yang Dibonceng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X