Pendapatan Daerah Merosot, Tunjangan ASN Pemkot Makassar Dipotong

Kompas.com - 14/05/2020, 21:19 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah melantik dan mengambil sumpah Prof Yusran Jusuf sebagai PJ Wali Kota Makassar di Ruang Sipakalebbi, Balaikota Makassar, Jalan A Yani, Makassar, Rabu (13/5/2020). Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah melantik dan mengambil sumpah Prof Yusran Jusuf sebagai PJ Wali Kota Makassar di Ruang Sipakalebbi, Balaikota Makassar, Jalan A Yani, Makassar, Rabu (13/5/2020).

KOMPAS.com- Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memotong besaran Tunjangan Perbaikan Pendapat (TPP) untuk aparatur sipil negara ( ASN) lantaran adanya penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pemotongan dilakukan untuk TPP ASN Pemerintah Kota Makassar yang dibayarkan pada April 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKAD) Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba mengatakan, tunjangan dipotong sebesar 40 persen.

"Ada pemangkasan. Sekarang kan pendapatan menurun. PAD kita turun drastis. Di samping juga dana transfer dari pusat juga pengurangannya besar. Jadi yah memang karena tidak ada uang," kata Rahmat, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Bantuan Sosial di Klaten Ada yang Masuk ke Rekening Kades dan PNS

Namun, tidak semua ASN dipotong tunjangannya. Tenaga penyapu jalan dan pengangkut sampah termasuk ke kelompok yang tidak mengalami pemotongan.

"Jadi yang dipotong TPP-nya adalah ASN dengan status middle keatas. Yang tidak dipotong itu yang kayak pengangkut sampah, klinik, penyapu-nyapu jalan, itu tidak dipotong, dan sopir. Ini karena dilihat dari kapasitas pekerjaannya," sebut Rahmat.

Pemangkasan tunjangan ini mengacu pada Perwali yang sudah ada.

Selain itu ada edaran dari pemerintah pusat agar daerah merasionalisasi belanja modal, belanja perjalanan dinas, termasuk pengadaan barang dan jasa.

"Kementerian saja lakukan itu (pemangkasan), provinsi lain juga banyak. Syukur-syukur itu masih TPP yang dikurangi, di tempat lain ada yang dikurangi sampai gajinya," katanya.

Baca juga: Tunjangan PNS DKI Akan Dipotong 50 Persen karena Wabah Covid-19

Dengan adanya pemangkasan TPP tersebut, kata dia, Pemkot Makassar bisa mengefisienkan anggaran hingga Rp 100 miliar.

 

Sejauh ini, belum ada pencairan TPP yang dilakukan Pemkot Makassar untuk April. Alasannya, belum ada OPD yang mengajukan pencairan.

"Pembayarannya itu tergantung kapan OPD mengajukan ke kita. Belum ada OPD yg mengajukan pencairan," tambahnya.

Baca juga: Pemprov DKI Pastikan Tak Potong Tunjangan Tenaga Medis yang Berhadapan Langsung dengan Covid-19

Terpisah, Pj Wali Kota Makassar Yusran Jusuf saat dikonfirmasi mengaku masih harus mendalami persoalannya terlebih dahulu.

"Saya cari informasinya dulu di internal, tentu kan saya akan lakukan rapat internal dulu di OPD, supaya bisa tahu apa masalahnya. Saya perlu dalami dulu," kata Yusran.

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul PAD Merosot, Pemkot Makassar Kurangi Tunjangan Pegawai, Kecuali Sopir dan Petugas Kebersihan.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Bikin Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Libur Panjang di Kota Bandung

Polisi Bikin Rekayasa Lalu Lintas Hadapi Libur Panjang di Kota Bandung

Regional
Seluruh Penumpang Pesawat Tersangkut Layangan Dipastikan Selamat, Tak Ada Kerusakan

Seluruh Penumpang Pesawat Tersangkut Layangan Dipastikan Selamat, Tak Ada Kerusakan

Regional
Wisatawan Diprediksi Membeludak, Wisata Pantai Terapkan Sif Pengunjung

Wisatawan Diprediksi Membeludak, Wisata Pantai Terapkan Sif Pengunjung

Regional
Libur Panjang Cuti Bersama, ASN Pemkot Denpasar Dilarang Keluar Kota

Libur Panjang Cuti Bersama, ASN Pemkot Denpasar Dilarang Keluar Kota

Regional
Dinas Perlindungan Anak Dampingi Siswi SMK Korban Pemerkosaan 7 Pemuda

Dinas Perlindungan Anak Dampingi Siswi SMK Korban Pemerkosaan 7 Pemuda

Regional
Cenderamata Lapik Koto Dian, dari Kursi Depati hingga Pelaminan

Cenderamata Lapik Koto Dian, dari Kursi Depati hingga Pelaminan

Regional
Puting Beliung Landa Dua Desa di Bondowoso, Mushala dan Rumah Rusak

Puting Beliung Landa Dua Desa di Bondowoso, Mushala dan Rumah Rusak

Regional
'Ketika Dia Datang Bersama Keluarganya Meminta Saya ke Nenek, Saya Mau Diajak Menikah'

"Ketika Dia Datang Bersama Keluarganya Meminta Saya ke Nenek, Saya Mau Diajak Menikah"

Regional
Libur Panjang, Kendaraan Besar Dilarang Melintasi Jalur Puncak

Libur Panjang, Kendaraan Besar Dilarang Melintasi Jalur Puncak

Regional
2 Anggota Timses Cabup Purbalingga Meninggal akibat Covid-19

2 Anggota Timses Cabup Purbalingga Meninggal akibat Covid-19

Regional
Sajadah Imam Masjid Dibakar ODGJ, Pelaku Sudah 2 Kali Berbuat Serupa

Sajadah Imam Masjid Dibakar ODGJ, Pelaku Sudah 2 Kali Berbuat Serupa

Regional
Pelaku Pembacok Anggota DPRD Jeneponto Terancam 10 Tahun Penjara

Pelaku Pembacok Anggota DPRD Jeneponto Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
3 Sungai Meluap, Kota Bandung Diterjang Banjir, Kendaraan Terbawa Arus

3 Sungai Meluap, Kota Bandung Diterjang Banjir, Kendaraan Terbawa Arus

Regional
Staf KPU Wonogiri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Hotel di Solo

Staf KPU Wonogiri Ditemukan Meninggal dalam Kamar Hotel di Solo

Regional
7 Fakta Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Viral di Medsos hingga Berujung Permohonan Maaf

7 Fakta Pendaki Foto Bugil di Gunung Gede, Viral di Medsos hingga Berujung Permohonan Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X