Kompas.com - 11/05/2020, 17:12 WIB
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Dayan menyebut ada 22 orang yang saat ini dibawa ke rumah sakit untuk dirawat setelah terbakarnya kapal tanker MT Jag Leela di galangan kapal PT Waruna, Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan pada Senin (11/5/2020) pagi tadi. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Dayan menyebut ada 22 orang yang saat ini dibawa ke rumah sakit untuk dirawat setelah terbakarnya kapal tanker MT Jag Leela di galangan kapal PT Waruna, Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan pada Senin (11/5/2020) pagi tadi.

 

MEDAN, KOMPAS.com - Kabar duka, satu orang dikabarkan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di atas kapal MT Jag Leela yang terbakar di galangan kapal PT Waruna di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan pada Senin (11/5/2020) pagi. 

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Dayan menyampaikan kabar duka itu kepada wartawan, pada Senin sore.

Dijelaskannya, korban ditemukan di atas kapal dengan kondisi luka bakar parah. Namun demikian, dia tidak merinci di mana posisi korban ditemukan. 

Baca juga: Kapolres Belawan: 22 Orang Jadi Korban Kapal Tanker Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

"Iya benar, 1 orang meninggal dunia. Ditemukan di atas kapal, pada jam 16.00 WIB dalam kondisi gosong," katanya.

Dia juga belum mengetahui apakah korban laki-laki atau perempuan karena belum melihat langsung kondisi korban.

"Iya benar. Satu meninggal dunia. Tidak melihat langsung tapi  masih berdasarkan laporan, satu meninggal dunia," katanya. 

Baca juga: Cerita Saksi Mata Kapal Tanker Terbakar di Belawan: Ada Suara Desis Gas, lalu Meledak

Kapal docking selama sebulan

Diberitakan sebelumnya, dari insiden kebakaran disertai ledakan di kapal tersebut, sebanyak 22 orang korban terluka yang sudah dirawat di rumah sakit milik Pelindo dan TNI AL. 

Terbakarnya kapal tersebut terjadi pada pukul 08.30 WIB. Saat terbakar kapal tersebut dalam keadaan docking di galangan kapal milik PT Waruna.

"Kapal tidak sedang operasi. Tapi sedang docking. Sudah docking selama sebulan di PT Waruna," katanya. 

Baca juga: Kapal Tanker Waruna Terbakar di Pelabuhan Belawan, 50 ABK Selamat

 

Penyebab kebakaran belum diketahui

Proses pemadaman api di kapal tanker MT Jag Leela yang terbakar sejak Senin (11/05/2020) pukul 08.30 WIB hingga sore masih berlangsung. KOMPAS.COM/DEWANTORO Proses pemadaman api di kapal tanker MT Jag Leela yang terbakar sejak Senin (11/05/2020) pukul 08.30 WIB hingga sore masih berlangsung.
Saat ini, pihaknya sudah menurunkan tim Labfor dari Polda Sumut untuk mencari penyebab kebakaran sehingga nantinya bisa dijelaskan kepastian penyebabnya.

Pihaknya juga belum memasang police line karena proses pemadaman masih berlangsung dan masih terjadi ledakan. 

"Setelah api mati dan keadaan aman kita bisa turun ke sana dan untuk pasang police line. Dan melihat kondisi kapal, terutama apakah masih ada korban di atas kapal," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X