Gempa Guncang Kabupaten Malaka NTT, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Kompas.com - 09/05/2020, 21:35 WIB
Ilustrasi gempa bodnarchukIlustrasi gempa

KUPANG, KOMPAS.com - Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Sabtu (9/5/2020) malam.

Getaran gempa bumi yang keras, membuat warga pun lari berhamburan keluar rumah.

"Tadi guncangan gempa kuat sekali dan warga lari keluar rumah termasuk saya,"ungkap warga Betun, Yosman Seran, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu. 

Menurut Yosman, durasi guncangan gempa tidak terlalu lama. Hanya sekitar satu sampai dua detik.

Dia pun menyebut, tidak ada kerusakan bangunan yang ditimbulkan akibat guncangan gempa tersebut.

Hanya saja kata Yosman, semua warga panik dengan getaran gempa yang keras.

"Kami lari keluar rumah karena takut rumah roboh. Apalagi bunyinya terdengar seperti gemuruh sehingga banyak warga yang panik," ujar dia.

Hingga saat ini kata dia, tidak ada gempa bumi susulan dan semua warga sudah kembali berada dalam rumah.

Baca juga: Walau Hanya M 2,9, Gempa Berkedalaman 10 Km Gemparkan Warga Ambon

Gempa dangkal, tak berpotensi tsunami

Dihubungi terpisah, Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang Robert Owen Wahyu, mengatakan, gempa bumi tektonik tersebut terjadi pada pukul 19.14 WITA, dengan kekuatan magnitudo 4,3.

Episenter gempa, terletak pada koordinat 9.50 derajat lintang selatan dan 125.07 derajat bujur timur, tepatnya berlokasi di laut pada jarak 18 kilometer Timur Laut Kabupaten Malaka, dengan kedalaman 10 kilometer.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Pontianak Mulai Batasi Aktivitas Warga pada Malam Hari

Pemkot Pontianak Mulai Batasi Aktivitas Warga pada Malam Hari

Regional
Fakta Bocah 10 Tahun Dibunuh lalu Diperkosa, Pelaku Ternyata Masih Ada Hubungan Keluarga dengan Korban

Fakta Bocah 10 Tahun Dibunuh lalu Diperkosa, Pelaku Ternyata Masih Ada Hubungan Keluarga dengan Korban

Regional
Curhat Nakes Terpapar Covid-19 yang Bikin Gugus Tugas Syok: Bersihkan Tempat Tidur hingga Beli Vitamin Sendiri

Curhat Nakes Terpapar Covid-19 yang Bikin Gugus Tugas Syok: Bersihkan Tempat Tidur hingga Beli Vitamin Sendiri

Regional
Jejak Hewan Liar di Jalur Pendakian Semeru, Macan Tutul Jawa atau Anjing Hutan?

Jejak Hewan Liar di Jalur Pendakian Semeru, Macan Tutul Jawa atau Anjing Hutan?

Regional
Lunasi Utang Pilkada Rp 1 M, Mantan Calon Bupati Ngaku Kepepet Edarkan Uang Palsu

Lunasi Utang Pilkada Rp 1 M, Mantan Calon Bupati Ngaku Kepepet Edarkan Uang Palsu

Regional
Jadi Korban Order Fiktif, Pengemudi Ojol Dapat Ganti Rugi dari GrabFood

Jadi Korban Order Fiktif, Pengemudi Ojol Dapat Ganti Rugi dari GrabFood

Regional
Kronologi Seorang Perempuan di Makassar Dikeroyok Tetangga gegara Status Facebook, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Perempuan di Makassar Dikeroyok Tetangga gegara Status Facebook, Pelaku Ditangkap

Regional
Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Kasus Meningkat, RSUD Banten Kembali Dijadikan Pusat Rujukan

Regional
Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Sekda DIY Sebut Tambang Liar Rugikan Daerah karena Tak Terkontrol

Regional
Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Penderita Covid-19 di Salatiga Berasal dari Penularan Luar Daerah

Regional
38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

38 Karyawan RSUP Soeradji Klaten Sembuh, 12 Orang Sudah Kembali Bekerja

Regional
Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Mayat Perempuan Tanpa Busana Mengambang di Kali Bugen Semarang

Regional
Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Kota Kupang Berubah Jadi Zona Cokelat Covid-19, ASN Diwajibkan WFH

Regional
Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Kecelakaan Beruntun Truk Elpiji, Honda Jazz, dan Motor, Satu Orang Tewas, 3 Luka

Regional
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Disdukcapil Blora Tutup Sepekan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X