Diduga Miliki KTP Palsu, WNA Asal China di Sultra Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 05/05/2020, 19:19 WIB
KTP yang diduga palsu milik Mr Wang alias Wawan Saputra Razak KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIKTP yang diduga palsu milik Mr Wang alias Wawan Saputra Razak

KENDARI, KOMPAS.com - Seorang warga negara asing (WNA) asal China bernama Mister Wang dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan kepemilikan KTP palsu.

Laporan itu disampaikan oleh seorang warga bernama Irwan di Polda Sultra akhir April 2020 lalu.

Pada Senin (5/5/2020)  kemarin seharusnya Mister Wang diperiksa penyidik polda setempat namun ia tidak memenuhi panggilan tersebut.

Dalam KTP elektronik yang diduga palsu itu, Mister Wang tercatat dengan nama Wawan Saputra Razak, berjenis kelamin pria, lahir di Provinsi Shanxi, China  tahun 1964 dan beralamat di Jalan Sao-sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Baca juga: Ada 500 TKA China Akan Masuk Sultra, Gubernur dan DPRD Menolak

Kepala Sub Direktorat III Direktorat Resere dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Kompol Singgih mengatakan, laporan terhadap Mister Wang dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Konawe Utara.

Dugaan pemalsuan KTP yang dilakukan Mister Wang itu terungkap saat anggota Babinsa itu sedang melakukan pendataan terhadap orang asing.

"W lalu memberikan KTP-nya dengan identitas W. Babinsa tersebut langsung melaporkan ke Polda Sultra," ungkap Singgih dihubungi,  Selasa (5/5/2020).

Sejauh ini, pihaknya baru memeriksa pelapor dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kendari.

"Kami sudah mengklarifikasi dan pengecekan data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, W ini tidak terdaftar," tegas Singgih.

Pria yang diketahui sebagai pemilik salah satu perusahaan tambang di Kabupaten Konawe Utara itu harusnya memenuhi panggilan penyidik Polda Sultra, Senin kemarin.

Namun, ia tidak datang  karena alasan tidak bisa keluar daerah setelah pemda setempat menutup perbatasan wilayah kabupaten.

Kompol Singgih SIK menyatakan, pihaknya sudah membuat surat panggilan yang bisa dijadikan pegangan terlapor untuk melewati perbatasan.

"Rencananya dia akan datang bersama istrinya. Kalau tak ada halangan, penyidik akan mulai memeriksa pada Rabu besok," kata Singgih.

Atas kepemilikan KTP Palsu, Mister Wang diduga melanggar Pasal 264 KUHP dan Undang-undang nomor 24 tahun 2015 tentang Administrasi Kependudukan.

Discapil Kendari bantah lakukan perekaman

Kepala Dinas Catatan Sipil Kota Kendari Asni Bonea yang dikonfirmasi membenarkan tentang kepemilikan kartu penduduk palsu yang dimiliki Mister Wang.

Dia mengaku sudah menerima laporan dari warga dan langsung melakukan verifikasi

"Setelah kami mengecek, kami tidak menemukan adanya kesesuaian data soal identitas Wawan Razak Saputra. Kami tidak ditemukan data soal sidik jari, retina, dan bentuk wajah yang sesuai," ujar Asni Bonea dihubungi, Selasa (5/5/2020).

Baca juga: Terima TKA China di Tengah Pandemi, Komisi X DPR: Bukti Pemerintah Inferior dengan Investor

Dijelaskan Asni, Wawan Razak Saputra tidak pernah melakukan perekaman di Kantor Catatan Sipil.

Pihaknya pun sudah mengeluarkan surat keterangan resmi kepada pelapor untuk diteruskan ke Polda Sultra, dan surat itu sudah berada di meja penyidik Polda Sultra.

Hal yang sama juga diungkapkan Lurah Bende, Amir Yusuf.

KTP palsu yang dimiliki Mister Wang alias Wawan Saputra Razak dengan alamat tempat tinggal di Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sultra itu tidak benar.

Amir mencurigai ada permainan orang tertentu di luar staf kelurahan di balik pembuatan KTP tersebut

"KTP dari Wawan Saputra Razak itu tidak betul, di wilayahku tidak RT 1 RW 3. Yang ada RT 1 RW 1, saya bisa pastikan tidak diketahui kelurahan karena kalau diketahui pasti ada pembenaran alamat. Saya pastikan ada permainan orang luar untuk pembuatan KTP-nya," ungkap Amir saat dikonfirmasi via telpon, Selasa (5/5/2020).

Selain itu, kartu keluarga Mister Wang alias Wawan Saputra Razak juga tidak sesuai. Di kartu keluarga tercatat RT 8 RW 1, mestinya RT 8 RW 3.

"Salah semua administrasinya, termasuk domisilinya yang terbit saya lihat. Di domisili itu ternyata yang bertanda tangan bukan Sekretaris saya yang mencantumkan atas nama Ardiansyah, sementara nama Seklur saya itu Bastian Tahir, ini sudah mengada-ngada," ujarnya.

Lebih lanjut, Amir menyatakan kesiapannya untuk memenuhi panggilan dari Polda Sultra terkait pembuatan KTP palsu tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X