Detik-detik Sebelum Didi Kempot Meninggal, Sempat Mengeluh Sesak Napas dan Minta Dikerok

Kompas.com - 05/05/2020, 17:38 WIB
DIDI KEMPOT Godfather of Broken Heart (1966-2020) KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoDIDI KEMPOT Godfather of Broken Heart (1966-2020)
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Penyanyi campur sari Dionisius Prasetyo atau beken dengan nama Didi Kempot meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Selasa (5/5/2020).

Pelantun lagu Stasiun Balapan tersebut meninggal dunia sekitar pukul 7.45 WIB di rumah sakit tersebut.

Pembantu Didi Kempot, Diah menuturkan detik-detik meninggalnya penyanyi campur sari itu.

Baca juga: Didi Kempot di Mata Keluarga, Pekerja Keras dan Rendah Hati

Menurutnya, pada Senin (4/5/2020) malam, Didi Kempot sempat mengeluh sakit dan sempat minta dikerok oleh istrinya.

Namun, saat Selasa pagi, sakit yang dikeluhkan Didi Kempot belum membaik.

"Kerasanya pas bangun. Tadi malem sempat dikerokin," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat bangun, Didi Kempot justru merasakan sesak napas.

Baca juga: Kreativitas Didi Kempot dan Pelajaran Filsafat Eksistensi

Karena khawatir dengan kondisinya, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit sekitar pukul 7.25 WIB.

"Tiba tiba pas bangun nafasnya sesak, setelah itu dibawa ke Rumah sakit," kata Diah.

Namun tak berselang lama setelah mendapat perawatan di rumah sakit itu, Didi Kempot dikabarkan sudah meninggal dunia.

Sementara itu Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, Didi Kempot meninggal setelah 20 menit mendapat perawatan di rumah sakit.

"Meninggal karena sakit jantung kata dokter," jelas Rudy, Selasa (5/5/2020).

Baca juga: Didi Kempot Meninggal, Ardha: Tadi Malam Saya Cemas, Tidak Bisa Tidur

Adik kandung Didi Kempot, Eko Guntur Martinus atau kerap disapa Eko Gudel mengatakan, kakaknya diketahui memang memiliki riwayat penyakit asma.

Belakangan sakitnya tersebut sering kambuh seiring dengan padatnya jadwal manggung.

Bahkan setiap tampil di atas panggung, kata Eko, Didi Kempot selalu membawa inhaler atau alat bantu pernapasan.

Eko menyampaikan, Didi Kempot akan dimakamkan bersebelahan dengan makam anak pertamanya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul PENGAKUAN Pembantu Didi Kempot: Didi Kempot Sempat Ngeluh Sesak Napas dan Minta Dikerokin



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.