Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/05/2020, 15:10 WIB
Setyo Puji

Editor

KOMPAS.com - Penyanyi campur sari Didi Kempot (53), meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Selasa (5/5/2020).

Dari hasil diagnosis awal yang dilakukan tim medis, Didi Kempot meninggal akibat henti jantung.

Keluarga terkejut mendengar kabar tersebut. Mengingat sebelum meninggal, Didi diketahui tidak memiliki riwayat penyakit yang dianggap serius.

"Begitu dapat kabar kakak saya masuk rumah sakit saya langsung ke sini (rumah sakit)," terang Adik kandung Didi Kempot, Eko Guntur Martinus atau kerap disapa Eko Gudel, Selasa.

Di mata keluarga, Didi Kempot dikenal sebagai sosok pekerja keras.

"Tidak punya firasat. Karena beliau orangnya senang bekerja. Jadi, istirahat saja kurang," kata Adik kandung Didi Kempot, Eko Guntur Martinus ditemui di RS Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Didi Kempot Sempat Mengeluh Sesak Napas dan Ngos-ngosan karena Jadwal Manggung Padat

Terpisah, Hatma Maulana keponakan Didi Kempot juga tak menyangka dengan kepergian Didi Kempot.

Sebab, baru tiga hari lalu ia bertemu dengan Didi saat pulang ke Ngawi, Jawa Timur.

Didi Kempot menurut Maulana adalah sosok yang sangat rendah hati.

Didi juga dikenal sebagai sosok yang sangat sayang keluarga.

"Wejangannya banyak banget, 'terus berjuang, kalau sudah berhasil tidak boleh sombong', " ucapnya.

Meski tidak memiliki riwayat penyakit serius, namun Maulana mengatakan Didi Kempot sempat mengeluh sesak napas dan sering ngos-ngosan karena jadwal manggung yang padat.

"Sempat ketemu tiga hari lalu waktu pulang ke Ngawi. Suka sesak, ngos-ngosan," ujar Hatma.

Baca juga: Didi Kempot Meninggal, Adik: Punya Riwayat Asma, Saat Manggung Bawa Inhaler

Didi, lanjut dia, belakangan diketahui sibuk dengan jadwal manggung dan menyelesaikan sejumlah lagu.

"Banyak manggung. Kegiatan terakhir buat lagu masih ditulis," ujar dia.

Didi mengawali langkahnya di dunia musik sebagai musisi jalanan sejak 1984 hingga 1989.

Karena lirik lagunya yang menyayat hati, oleh para penggemarnya Didi Kempot kerap dijuluki para penggemarnya dengan nama Bapak Loro Ati Nasional, Bapak Patah Hati Indonesia, Lord Didi, dan yang terbaru disebut-sebut sebagai Godfather of Brokenheart.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, jenazah almarhum Didi Kempot dibawa menuju ke TPU Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jatim.

Penulis : Sukoco, Labib Zamani | Editor : David Oliver Purba, Khairina

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com