Kompas.com - 04/05/2020, 19:52 WIB
Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir umumkan perpanjangan PSBB, Senin (4/5/2020). DOK. Humas Sumedang/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHBupati Sumedang H Dony Ahmad Munir umumkan perpanjangan PSBB, Senin (4/5/2020). DOK. Humas Sumedang/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperpanjang.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengatakan, PSBB Sumedang diperpanjang untuk dua minggu ke depan. Terhitung mulai 6 Mei hingga 20 Mei 2020.

"PSBB Sumedang diperpanjang untuk dua minggu ke depan dan berlaku di seluruh kecamatan (26 kecamatan)," ujar Dony, di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sumedang, melalui live Instagram Humas Setda Sumedang, Senin (4/5/2020).

Baca juga: Truk Masuk Jurang di Cadas Pangeran Sumedang Jadi Tontonan Warga

Dony menuturkan, PSBB Sumedang berlaku di seluruh kecamatan karena hingga saat ini pemudik masih tersebar di seluruh kecamatan.

Saat ini, kata Dony, jumlah pemudik yang tersebar di 26 kecamatan ini masih mencapai 4.600 orang lebih.

"Jadi seluruh kecamatan tanpa terkecuali akan melaksanakan PSBB," tutur Dony.

Dony menyebutkan, perpanjangan PSBB Sumedang ini juga mengacu pada hasil evaluasi tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang.

Di mana hasil evaluasi, PSBB Sumedang yang berlangsung sejak 20 April 2020 masih terjadi banyak pelanggaran.

"Untuk PSBB ke depan akan dipertegas lagi melalui sanksi. Jadi akan ada sanksi tegas bagi para pelanggarnya," sebut Dony.

Sanksi tersebut, kata Dony, berupa penilangan kepada warga pelanggar. Dalam surat tilang ini, warga yang melanggar akan tercatat sebagai pelanggar pidana karena melanggar aturan PSBB.

"Bagi yang melanggar nanti akan tercatat di SKCK sebagai pelanggaran pidana PSBB," sebut Dony.

Jadi, kata Dony, apabila pelaksanaan PSBB putaran pertama fokusnya kepada edukasi dan diseminasi aturan, maka pada putaran kedua ini difokuskan pada penegakkan aturan.

"Jadi PSBB putaran kedua ini merupakan fase penegakkan dan penindakan," tutur Dony.

Dony menuturkan, hasil evaluasi PSBB pertama relatif belum optimal. Dengan skor baru mencapai 64, 79.

Meliputi indikator efektivitas penerapan Perbup skor 81,16. Indikator jumlah kasus terkait Covid-19 skor 48,80.

Baca juga: Pemkab Sumedang Salurkan Bantuan Tunai JPS Covid-19, Berikut Jadwalnya

Kemudian indikator sebaran kasus terkait Covid-19 scorenya 41,00. Indikator pergerakan moda transportasi di bawah 30 persen dengan skor 60.00, dan indikator penyaluran JPS dengan 93,00.

"Perpanjangan PSBB Sumedang ini juga sinergi dengan rencana pelaksanaan PSBB di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat," kata Dony.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X