Diperiksa Imigrasi, Turis Singapura yang Tinggal di Bedeng Disuruh Cari Indekos

Kompas.com - 27/04/2020, 19:36 WIB
Seorang Warga Negara Singapura bernama Hardev Prem Grewal (27) terjebak di Bali dan tak bisa kembali ke negaranya karena ditutupnya penerbangan. Dok. Camat Kuta SelatanSeorang Warga Negara Singapura bernama Hardev Prem Grewal (27) terjebak di Bali dan tak bisa kembali ke negaranya karena ditutupnya penerbangan.

BADUNG, KOMPAS.com - Kantor Imigrasi Ngurah Rai telah memeriksa turis asal Singapura, Hardev Prem Grewal, yang tinggal di sebuah bedeng di kawasan Jimbaran, Badung, Bali, pada Senin (27/4/2020).

Setelah pemeriksaan dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Singapura, Kantor Imigrasi Ngurah Rai meminta turis tersebut mencari indekos sementara.

"Sekarang disuruh cari kos, pihak Imigrasi juga sudah melaporkan kepada pihak Kedutaan Singapura," kata Humas Kanwil Kemenkumham Bali Putu Surya Dharma saat dihubungi, Senin (27/4/2020) malam.

Baca juga: Langkah Bali Larang Mudik Warga: Pos Pemeriksaan hingga Tutup Terminal

Surya mengatakan, turis tersebut memiliki tiket untuk penerbangan ke Singapura bulan depan.

"Info kedutaan dia bisa pulang atau ada peberbangan bulan depan, dia mempunyai tiket Air Asia," kata Surya.

Menurut Surya, tak ada pelanggaran yang dilakukan turis asal Singapura itu. 

Hardev, kata dia, dilaporkan warga karena tak memberitahu keberadaannya kepada kepala lingkungan atau desa setempat.

Berdasarkan pemeriksaan, Hardev tiba di Indonesia pada 29 Februari 2020 menggunakan visa bebas kunjungan.

Hardev hendak kembali ke Singapura pada 29 Maret 2020 menggunakan maskapai Air Asia.

Tapi, saat dirinya tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk check-in, penerbangan yang dipesant elah dibatalkan karena adanya pengurangan jumlah penerbangan.

Karena penerbangaannya dibatalkan, Hardev kembali ke tempat tinggal temannya di kawasan Jimbaran.

Baca juga: Terjebak dan Kehabisan Uang di Bali, Turis Singapura Tinggal di Bedeng

Ia mengaku mengenal pemilik bedeng berinisial J itu dari media sosial Facebook. Mereka telah mengenal sejak satu tahun lalu.

"Dari hasil pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa HDG tidak terbukti melanggar aturan undang-undang keimigrasian. Sebagai tindak lanjut, HDG diperbolehkan untuk pulang sambil menunggu penerbangan ke Singapura dibuka kembali," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X