Pengunjung Warkop Kocar-kacir Didatangi Petugas Ber-APD, Ada yang Kabur Tanpa Bayar

Kompas.com - 27/04/2020, 13:58 WIB
Sebagian pengunjung warkop di Gresik yang mau melakukan rapid test untuk memutus penyebaran covid-19, Sabtu (25/4/2020) malam. Surya.co.id/Willy AbrahamSebagian pengunjung warkop di Gresik yang mau melakukan rapid test untuk memutus penyebaran covid-19, Sabtu (25/4/2020) malam.

KOMPAS.com - Pengunjung sebuah warung kopi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tiba-tiba kocar-kacir membubarkan diri saat melihat sejumlah petugas mengenakan alat pelindung diri (APD), Sabtu (25/4/2020).

Kedatangan petugas ber-APD itu untuk melakukan rapid test ke sejumlah pengunjung warkop untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Kabupaten Ini Jadi Satu-satunya Daerah di Jatim Berstatus Zona Hijau

Petugas yang datang berasal dari TNI-Polri dan Dinas Kesehatan Gresik.

Bersama petugas yang menggunakan APD, aparat gabungan langsung menyasar tempat usaha di Jalan Noto Prayitno, Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, hingga komplek Gresik Kota Baru.

Para pengunjung warkop berhamburan, ada yang melarikan diri, ada yang langsung membayar lalu meninggalkan tempat.

Ada pula yang bertahan untuk menjalani rapid test.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, aturan physical distancing sudah disosialisasikan berulang kali, bahkan oleh polsek setempat .

Namun, masih saja banyak yang berkerumun di warung kopi.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, penyisiran warkop dan tempat makan sengaja dilakukan untuk mensosialisasikan aturan PSBB yang akan berlaku 28 April.

Baca juga: Rangkuman Pergub Jatim tentang PSBB di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo

Dalam aturan PSBB, pelaku usaha tetap boleh beroperasi.

Namun, dilarang menyediakan WiFi dan tempat duduk. Semua pembelian harus dibawa pulang.

 

Sedangkan Rapid test merupakan upaya deteksi dini penyebaran Covid-19 di Gresik, mengingat Gresik sudah masuk zona merah.

Aktivitas masyarakat tidak ditutup total, tetapi dibatasi.

"Rapid test mendadak ini untuk mengetahui secara langsung kondisi kesehatan pengunjung warkop. Mereka bisa tahu apakah hasil rapis testnya positif atau negatif. Hasil rapid test tidak ada yang positif Covid-19," ujar Kusworo dikutip dari Surya.co.id, Minggu (26/4/2020).

Aturan PSBB yang diterapkan harus dilakukan. Jika kedapatan ada masyarakat yang melanggar, akan ada sanksi yang diberikan.

"Sanksinya mulai teguran lisan, tulis hingga pencabutan izin usaha," ujar Kapolres.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul: Jelang PSBB Gresik, Pengunjung Warkop Semburat saat Ada Petugas Lakukan Rapid Test

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.