Pemerintah Larang Mudik, Bupati Wonogiri Perkuat Pengawasan Terminal Bus

Kompas.com - 21/04/2020, 19:19 WIB
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (kanan) menjelaskan upaya Pemkab Wonogiri menghadapi puluhan pemudik yang datang di tengah pandemi Covid-19 KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIBupati Wonogiri, Joko Sutopo (kanan) menjelaskan upaya Pemkab Wonogiri menghadapi puluhan pemudik yang datang di tengah pandemi Covid-19

WONOGIRI, KOMPAS.com-Bupati Wonogiri, Joko Sutopo menyatakan pihaknya akan memperkuat pengawasan terminal bus antar kota antar propinsi (AKAP) menyusul adanya larangan mudik dari pemerintah pusat.

Pengawasan di terminal menjadi obyek utama lantaran masih banyaknya perantau dari Jabodetabek yang mudik ke Wonogiri.

“Kami akan memperkuat pengawasan di terminal mulai besok. Selain itu memperkuat sumber daya manusia paramedis dan tenaga kesehatan dilengkapi dengan alat pelindung diri yang memadai,” ungkap Bupati Wonogiri, Joko Sutopo yang akrab disapa Jekek saat dihubungi Kompas.com, Selasa (21/4/2020) petang.

Baca juga: Pemudik Hampir 10 Ribu Orang, Gunungkidul Dukung Larangan Mudik

Jekek mengatakan total perantau dari Jabodetabek yang mudik ke Kabupaten Wonogiri hingga Senin (20/4/2020) mencapai 42.000 orang.

Jumlah pemudik mengalami penurunan setelah masifnya pemberitaan imbauan larangan mudik di tengah pandemik Covid-19.

Bagi Jekek, masih banyaknya perantau yang pulang ke Wonogiri di saat pemerintah pusat melarang mudik menjadi persoalan dilematis bagi Pemkab Wonogiri.

Untuk itu Pemkab Wonogiri lebih memilih mengatasinya dengan memperkuat basis pencegahan penindakan dan mempersiapkan recovery (jaring pengaman sosial) agar terjaga stabilitas sosial ekonomi di Kabupaten Wonogiri.

“Banyak perantau yang sudah memiliki rumah sendiri-sendiri. Tinggal itu dijadikan tata nilai dan pemahaman pada keselamatan jiwa. Siapa yang tidak patuh dan taat pada keselamatan jiwa,” ungkap Jekek.

Baca juga: Sembuh Dari Covid-19, Sopir Ekspedisi Wonogiri-Bogor Dapat Hadiah Uang Tunai

Jekek optimis perantau sudah memiliki kesadaran dengan pemberitaan secara masif untuk isolasi mandiri.

Hal itu terbukti dari kepatuhan perantau yang melapor ke RT setempat saat tiba di kampung halaman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X