Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyandang Disabilitas dan Warga Binaan Perempuan di Babel Produksi Ribuan Masker Gratis

Kompas.com - 18/04/2020, 16:16 WIB
Heru Dahnur ,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Penyandang disabilitas di Negeri Laskar Pelangi, Belitung, ambil bagian dalam memproduksi ribuan masker untuk dibagikan gratis kepada masyarakat.

Di bawah binaan Bella Kartika Aprilia yang merupakan mitra binaan BUMN PT Timah, dua disabilitas bersama empat ibu rumah tangga lainnya membuat 1.000 masker untuk tahap pertama.

Meski mengalami keterbatasan, kedua disabilitas ini dengan telaten dan lincah membuat masker dengan menggunakan mesin jahit.

"Sangat bersyukur di tengah kesulitan ekonomi usaha kecil karena wabah corona, Tuhan masih memberikan rezeki bagi kami melalui pembuatan masker. Terima kasih PT Timah Tbk," ujar Bella pada awak media, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Pabrik Prada dan Armani di Indonesia Kini Produksi APD dan Masker

Ia bersama tim akan memproduksi 2.000 lembar masker. Namun, untuk tahap pertama baru menyelesaikan 1.000 lembar masker.

Ke, depannya, dirinya berharap akan ada lagi orderan seperti ini sehingga usahanya dapat terus bertahan.

Terpisah, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, pihaknya bersinergi dengan berbagai UMKM, masyarakat, pemerintah daerah untuk bersama-sama mencegah dan menangani pandemi ini.

Ia mengapresiasi semangat para disabilitas yang telah membantu mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagaimana diketahui, penggunaan masker merupakan anjuran dari WHO dan pemerintah sebagai upaya memutus mata rantai penyebarannya.

"Pandemi ini adalah musibah bersama, PT Timah adalah bagian dari masyarakat oleh karena itu kita bersinergi dengan berbagai pihak dalam menghadapi pandemi ini. Termasuk para disabilitas yang dilibatkan oleh mitra binaaan PT Timah," ujarnya.

PT Timah memesan 30.000 lembar masker kain dari belasan pelaku UMKM di Wilayah operasional yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.

Perusahaan pelat merah tersebut juga menggandeng Lembaga Pemasyarkatan Perempuan Pangkalpinang untuk memproduksi masker.

Baca juga: Pelanggaran Selama PSBB di DKI dan Bogor Masih Didominasi Pengendara Tak Pakai Masker

 

Warga binaan yang dilibatkan yakni yang telah mendapatkan pelatihan dari Kementerian UMKM.

Selain untuk mencegah penyebaran Covid-19, pembuatan masker ini juga meningkatkan keahlian warga binaan dalam menjahit.

Salah satu warga binaan yang enggan disebutkan namanya, mengatakan dirinya merasa sangat senang bisa ambil bagian untuk mencegah penyebaran covid-19 yang menjadi kekhawatiran bersama.

“Kami turut prihatin terhadap virus corona yang terjadi saat ini, semoga apa yang kami lakukan ini dapat membantu orang-orang di luar," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com