Warga Temukan 4 Bom Peninggalan Perang Dunia II di Dalam Gua

Kompas.com - 13/04/2020, 16:53 WIB
PHOTO:Empat benda yang diduga bom ditemukan empat orang warga Desa Oeletsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Dokumen Polres KupangPHOTO:Empat benda yang diduga bom ditemukan empat orang warga Desa Oeletsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)


KUPANG, KOMPAS.com - Empat orang warga Desa Oeletsala, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menemukan empat buah bom peninggalan Perang Dunia II.

Bom ditemukan saat empat warga tersebut sedang berburu ayam hutan di sebuah hutan di desa setempat, Minggu (12/4/2020) kemarin.

"Benda yang diduga bom non aktif ditemukan dalam lubang gua alam di Putun Lete Desa Oeletsala," ujar Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung, kepada sejumlah wartawan, Senin (13/4/2020).

Evakuasi bom itu, melibatkan anggota Dalmas Polres Kupang dan tim Gegana Satuan Brimob Polda NTT.

Baca juga: Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Tim Gegana Sat Brimob Polda NTT yang tiba di lokasi penemuan bom langsung melakukan evakuasi empat buah bom mortir non aktif dengan panjang kurang lebih 60 sentimeter tersebut dari dalam gua alam.

Selanjutnya, bom non aktif tersebut dibawa tim Gegana Brimob Polda NTT dipimpin AKP Gojal, ke Mako Gegana Sat Brimob Polda NTT.

Penemuan bom itu berawal dari empat warga yakni Sonu Nenobesi, Yusuf Nenobesi, Honin dan Esau Batmalo hendak berburu ayam hutan di sekitar tempat tinggal mereka.

Saat tiba di lokasi Putun Lete, Desa Oeletsala, Kecamatan Taebenu, Honin dan Yusuf Nenobesi yang memegang senter, melihat empat buah benda yang menyerupai bom di gua alam Putun Lete.

Setelah melihat benda yang menyerupai bom tersebut, mereka langsung meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah untuk melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat.

Warga dan RT, lalu melaporkan ke pihak polisi.

Baca juga: Pulang dari Sukabumi, 14 Calon Perwira Asal NTT Dikarantina di SPN Kupang

Aparat keamanan Polres Kupang dipimpin Kapolres Kupang menindaklanjutinya dan melaporkan ke Satuan Brimob Polda NTT.

Polisi sempat memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian dan menyerahkan proses selanjutnya ke Satuan Brimob Polda NTT.

"Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau bom mortir tersebut dalam keadaan non aktif dan merupakan peninggalan perang dunia II," ujar Aldinan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X