Dedi Mulyadi: Pemerintah Harus Hati-hati soal Janji Bantuan Dampak Corona

Kompas.com - 13/04/2020, 16:30 WIB
Anggota DPR Dedi Mulyadi. handoutAnggota DPR Dedi Mulyadi.

KOMPAS.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi meminta semua pihak untuk berhati-hati dalam memberikan pernyataan tentang janji bantuan bagi warga terdampak Covid-19.

Sebab, kata Dedi, jika janji itu tidak sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat, maka akan menimbulkan konflik di masyarakat yang akhirnya ketua RT dan RW jadi korban kemarahan masyarakat.

"Karena RT RW lah yang mendata masyarakat untuk dapat bantuan. Ketika didata, pada akhirnya tak terima atau yang nerima sebagian, maka RT dn RW jadi korban," kata Dedi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (13/4/2020).

Menurut Dedi, kalau ingin memberi bantuan, tak perlu diumumkan dahulu nilainya. Pemerintah mendata dahulu calon penerima.

Misalnya, kata Dedi, bantuan progam keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) jauh lebih terukur karena ada data yang memadai serta kualifikasinya sudah terukur dan rutin. Tetapi di luar itu sangat sulit membuat ukuran karena saat ini semua orang merasa terdampak oleh Covid-19.

Baca juga: Kemensos Beri 1.200 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19 di Mampang Prapatan

Oleh karena itu, kata Dedi, bantuan sosial dampak dari Covid-19 jangan mengorbankan aparat pemerintah paling bawah, yaitu RT RW dan kepala desa atau kelurahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, pemberian jenis bantuan sosial di luar penerima PKH dan bantuan BPNT yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat itu akan mengalami kesulitan dalam identifikasi masyarakat calon penerima.

Masyarakat di luar PKH dan BPNT semuanya merasa terdampak oleh Covid-19.

"Sedangkan bantuan yang didengungkan selama ini dalam pandangan saya jumlahnya tak akan mencukupi yang pada akhirnya aparat desa, RT, RW dan perangkat desa itu harus memilih dengan jumlah yang sangat terbatas. Itu akan menimbulkan gejolak di masyarakat," kata Dedi.

Lab corona di RS kota/kabupaten

Dedi juga meminta pemerintah untuk mengadakan laboratorium pemeriksaan corona di rumah sakit-rumah sakit di kota dan kabupaten.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.