Siasat UMKM Bertahan di Tengah Wabah, Pengrajin Eceng Gondok jadi Pembuat Masker

Kompas.com - 09/04/2020, 15:32 WIB
Demi memertahankan usaha, Bengok Craft yang mengolah eceng gondok berubah menjahit masker. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANADemi memertahankan usaha, Bengok Craft yang mengolah eceng gondok berubah menjahit masker.

UNGARAN, KOMPAS.com - Sektor usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) menjadi salah satu yang terdampak wabah virus corona.

Tak jarang, karena tak mampu bertahan mereka harus gulung tikar karena menderita kerugian akibat turunnya omzet penjualan.

Sebagian yang bertahan harus mengubah strategi untuk menjalankan roda usahanya.

Baca juga: Polri Imbau Pelaku Usaha APD Patuhi Undang-undang atau Terancam Pidana

Salah satunya, Bengok Craft yang ada di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Bengok Craft yang selama ini mengolah eceng gondok dari Rawa Pening, beralih usaha menjadi pembuatan masker kain.

"Saya harus bertahan karena pekerja yang semuanya ibu-ibu, bergantung pada usaha ini," kata Firman Setyaji, pemilik Bengok Craft, Kamis (9/4/2020) saat ditemui di rumahnya.

Total, ada delapan penjahit yang bekerja di Bengok Craft.

Baca juga: Anies: Sektor Usaha yang Beroperasi Saat PSBB Harus Ikuti Protap Covid-19

Dalam kondisi normal, dalam sebulan omzet Bengok Craft mencapai Rp 15 juta. Namun sejak wabah corona melanda, untuk mendapat Rp 5 juta terasa berat.

"Kita model penjualan selain online, juga titip jual di beberapa tempat termasuk objek wisata. Tapi semua mulai tutup hingga omzet terus turun," kata Firman.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X