Sidang Online dan Video Call Keluarga, Cara Lapas Kuningan Penuhi Hak Napi Selama Corona

Kompas.com - 08/04/2020, 14:00 WIB
Seorang terdakwa sedang menjalani sidang pidana secara online di salah satu ruang di dalam lingkungan Lapas Kelas II A Kabupaten Kuningan Jawa Barat Senin(6/4/2020). Sidang secara online dilakukan guna meminimalisasi penyebaran virus corona yang kian meluas. MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSeorang terdakwa sedang menjalani sidang pidana secara online di salah satu ruang di dalam lingkungan Lapas Kelas II A Kabupaten Kuningan Jawa Barat Senin(6/4/2020). Sidang secara online dilakukan guna meminimalisasi penyebaran virus corona yang kian meluas.

KUNINGAN, KOMPAS.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tetap memenuhi hak narapidana atau terdakwa selama masa darurat corona.

Para terdakwa tetap dapat menjalani sidang pidana, dan juga kunjungan besuk dari keluarga masing-masing.

Hanya saja proses pada saat darurat corona berbeda dengan proses di hari normal. Para terdakwa kini menjalani sidang secara online dan juga kunjungan besuk dari keluarga diganti dengan fasilitas video call.

Kepala Lapas Kuningan, Gumelar Budirahayu melalui Kepala Seksi Pembinaan dan Anak Didik (Kasi Binadik), Ratri Handoyo Eko Saputro, Lapas Kelas IIA Kabupaten Kuningan, menyampaikan, hingga hari ini, Rabu (8/4/2020), sudah ada sebanyak 19 terdakwa yang mengikuti sidang online.

Baca juga: Pemkab Kuningan Resmikan Bangunan Khusus Penanganan Covid-19

 

Sementara fasilitas video call dari keluarga sudah diikuti sebanyak 80 orang narapidana.

“Untuk sidang hari pertama sampai ke tiga, sudah ada 19 terdakwa yg mengikuti sidang secara online. Untuk video call sekitar 80 orang yang menggunakan fasilitas video call. Fasilitas ini disediakan pihak lapas kepada seluruh keluarga terdakwa secara gratis,” kata Ratri Kepada Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Pantauan Kompas.com di lokasi, sidang pidana secara online pertama pada hari Senin (6/4/2020).

Sebelum memulai sidang, para petugas lapas menyiapkan ruang khusus yang akan digunakan untuk proses persidangan.

Mereka juga menyiapkan seluruh kebutuhan sidang berupa infokus, camera teleconfrence, pengeras suara, dan perangkat komputer yang tersambung dengan jaringan internet.

Sidang pidana online

Sidang online perdana dimulai pukul 13.00 WIB dengan diikuti oleh lima orang terdakwa. Mereka antara lain inisial AP kasus kepemilikan senjata api tanpa izin UU nomor 12 tahun 1951.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X