BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di NTB Selama 3 Hari

Kompas.com - 06/04/2020, 13:38 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem ShutterstockIlustrasi cuaca ekstrem

MATARAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) stasiun meteorologi Zainul Abdul Majid mengumumkan peringatan dini cuaca ekstrem selama 3 hari ke depan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Adapun peringatan dini 3 hari tersebut terhitung diprediksi sejak tanggal 5 hingga 7 April.

Potensi cuaca yang dapat terjadi seperti hujan lebat, angin kencang, petir, tanah longsor dan lainnya.

Baca juga: Gubernur NTB Sebut Pandemi Virus Corona Beri Peluang Ekonomi bagi Masyarakat Produksi APD Mandiri

"Dengan meningkatnya potensi hujan dalam beberapa waktu terakhir masyarakat diimbau untuk selalu tetap waspada dan berhati-hati dengan dampak bencana yang ditimbulkan seperti banjir tanah longsor, genangan air, angin kencang, kilat petir," kata Forecaster BMKG Bandara Internasional Lombok, Aprilia Mustika, dalam keterangan resminya, Minggu (5/4/2020).

Selain itu, BMKG juga memperingati kepada pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, diimbau untuk mewaspadai tinggi gelombang yang lebih kurang mencapai 2 meter.

Adapun potensi gelombang terjadi di sekat Lombok bagian selatan, dan Selat Alas bagian selatan.

Baca juga: UPDATE 6 April: 1 PDP NTB Meninggal, ODP Meningkat 1.841 Orang

Sebelumnya juga pada Minggu (5/4/2020) telah terjadi puting beliung di sekitar wilayah Bandara Internasional Lombok sekitar pukul 12.30 Wita.

Berdasarkan hasil analisis, puting beliung disebabkan oleh awan kumulonimbus, yang berdurasi kurang lebih selama 5 menit.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Regional
Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Regional
Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Regional
Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Regional
Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Regional
Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Regional
Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Regional
Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Regional
Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Regional
Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Regional
Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Regional
Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Regional
Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Regional
Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X