Fakta ODP Hamil di Kupang Tewas Saat Mau Melahirkan, Diduga Keracunan, Anak Balitanya Juga ODP

Kompas.com - 04/04/2020, 09:57 WIB
Ilustrasi hamil HoneyrikoIlustrasi hamil

KOMPAS.com- Seorang ibu hamil asal Desa Baumata Utara, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berstatus Orang dalam Pemantauan ( ODP) meninggal saat hendak melahirkan.

Perempuan yang hendak melahirkan anak keduanya itu diduga mengalami keracunan hingga meninggal dunia.

Baca juga: Seorang Ibu Hamil Berstatus ODP Covid-19 Meninggal Saat Hendak Melahirkan

Pulang dari Bali

ilustrasi Pulau BaliShutterstock ilustrasi Pulau Bali
Ibu hamil tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Bali yang merupakan salah satu kawasan terjangkit virus Corona (Covid-19).

Sepulang dari Bali, status ibu tersebut kemudian menjadi ODP.

Tiba di Kupang, dia lalu memeriksakan kandungan ke Puskesmas Batumata pada Rabu (1/4/2020).

Saat diperiksa, pasien mengalami demam tinggi dengan suhu tubuh 40 derajat dengan HB 6.

Dia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Leona Kupang.

Saat di RSU Leona, mulut pasien itu berbusa dan mengalami kejang-kejang hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Diduga keracunan, bukan Corona

Jenazah dipulangkan ke rumah duka dan dimakamkan di pemakaman setempat pada pukul 19.05 Wita.

Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda Pemprov NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan ODP itu meninggal bukan karena Covid-19.

Diduga ibu hamil itu meninggal karena keracunan.

"Jadi diduga almarhumah keracunan kehamilan. Jadi tidak benar informasi yang beredar di medsos bahwa almarhumah positif virus corona,” ujar Marius kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (2/4/2020) malam.

Untuk memastikan penyebab kematian, tim medis mengirimkan spesimen ibu hamil itu ke Balitbangkes RI.

Pihaknya mengimbau masyarakat tenang dan jangan percaya berita yang tidak jelas sumbernya di media sosial.

"Sekali lagi, Bapak Gubernur NTT mengimbau kita untuk tidak panik karena kenyataannya, pasien-pasien sejak tanggal 3 Maret lalu, pasien dalam pengawasan atau PDP juga ternyata bisa sembuh,” kata Marius.

Baca juga: Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh...

Anak balitanya juga ODP

Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.
Ibu hamil yang wafat itu meninggalkan seorang anak yang masih berusia satu tahun.

Sama seperti ibunya, balita tersebut juga berstatus ODP.

"Balita ini dari Bali ke Kupang bersama-sama dengan ibunya," kata Marius.

Setelah sang ibu meninggal, balita tersebut mengalami demam, batuk dan pilek.

"Saat diperiksa petugas medis, ternyata balita ini menderita sakit deman, batuk dan pilek, sehingga masuk dalam status ODP," kata Marius.

Kini balita itu dikarantina di rumahnya dan dalam pantauan petugas kesehatan setempat.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere | Editor: David Oliver Purba, Dheri Agriesta, Robertus Belarminus)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X