Sederet Pesan Menggugah dari Para Pasien Corona yang Berhasil Sembuh...

Kompas.com - 04/04/2020, 06:25 WIB
Ilustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan penyakit Covid-19. ShutterstockIlustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan penyakit Covid-19.

KOMPAS.com- Hingga Jumat (3/4/2020), 134 orang di Indonesia dinyatakan sembuh dari corona.

Rupanya, di balik kabar gembira itu, ada sederet kalimat menggugah yang dijadikan pegangan hingga menjadi kunci kesembuhan para pasien.

Pasien sembuh di Jawa Barat, misalnya, meyakini bahwa corona tak melulu mengenai kematian, tetapi ada kehidupan di sana.

Sedangkan pasien di Magetan mengatakan, dibutuhkan mental seperti baja, muka sekuat tembok Berlin, hingga telinga yang seolah tuli.

Berikut sederet kalimat menggugah yang menjadi kunci sembuhnya pasien corona di berbagai daerah:

Baca juga: Sederet Kisah Perjuangan Mereka yang Berhasil Sembuh dari Covid-19..

"Corona tak hanya tentang kematian, ada kehidupan di dalamnya"

Ilustrasi corona virus (Covid-19)shutterstock Ilustrasi corona virus (Covid-19)
Salah satu pasien positif corona yang kini dinyatakan sembuh adalah Yusuf Ridwansyah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia merupakan staf Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dua pekan diisolasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Yusuf dinyatakan sembuh.

Ia berharap kesembuhannya menular ke masyarakat yang saat ini tengah berjuang melawan virus corona.

"Ini berita bahagia karena coronavirus tak hanya tentang kematian, tapi ada kehidupan di dalamnya," ungkap Yusuf.

Ia pun mengajak semua anggota masyarakat memegang tanggung jawab terkait penyebaran virus corona.

"Jadi kita bertanggung jawab dengan semua sikap kita. Bukan tentang kita, tapi orang sekeliling kita," kata dia.

Baca juga: Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

 

Sebelum keluar dari ruang isolasi RSUD dr Soedono, Sarno, pasien positif corona yang sudah dinyatakan sembuh melambaikan tangan berfoto setelah jarum infus dilepas dari tangannyan, Kamis (2/4/2020).Dokumen Pribadi Sarno Sebelum keluar dari ruang isolasi RSUD dr Soedono, Sarno, pasien positif corona yang sudah dinyatakan sembuh melambaikan tangan berfoto setelah jarum infus dilepas dari tangannyan, Kamis (2/4/2020).
"Muka sekuat tembok Berlin dan telinga harus tuli"

Sarno, seorang warga asal Magetan, Jawa Timur, dinyatakan sembuh dari corona setelah menjalani isolasi.

Sarno menuturkan, hal pertama yang dilakukannya adalah mengusir rasa cemas.

"Mental kita harus seperti baja, muka harus seperti tembok Berlin dan telinga kita harus tuli," kata dia.

Sebab, menurut dia, hal-hal yang memicu kecemasan dapat menurunkan ketahanan tubuh.

"Di sini saya sama sekali tidak memikirkan macam-macam. Untuk sembuh harus semangat dari kita sendiri, bukan orang lain," ujar Sarno.

Ia pun selalu mencari hiburan di tengah proses isolasi, seperti memutar video lucu dan bercanda bersama keluarganya melalui grup WhatsApp.

Baca juga: Cerita Cinta Orangtua, Rawat Anak Balitanya yang Positif Corona hingga Sembuh

"Ubah ketakutan menjadi optimisme"

Ilustrasi pasien terinfeksi virus coronaShutterstock Ilustrasi pasien terinfeksi virus corona
Seorang pasien corona yang telah dinyatakan sembuh, Arief Rahman Hakim, menuturkan pengalamannya berjuang melawan Covid-19.

Sempat diisolasi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur, Arief kini kembali berkumpul dengan keluarganya.

Mengubah ketakutan menjadi optimisme adalah hal yang selalu ia lakukan selama diisolasi.

"Virus ini enggak ada obatnya, kecuali memotivasi diri. Mengubah ketakutan menjadi sebuah optimisme," kata dia.

Dengan demikian, kata Arief, kekebalan tubuh semakin kuat.

Ia pun mengaku mendapat pelajaran berharga, yakni mensyukuri hidup setiap kali membuka mata.

"Setiap bangun tidur, saya selalu bersyukur," kata dia.

Ia pun berkomitmen tak membuka gadget dan memilih berdzikir serta membaca buku motivasi selama dirawat.

Baca juga: 2 Pasien Kembali Sembuh, Tak Ada Pasien Positif Virus Corona di Magetan

 

Ilustrasi virus corona. Virus corona, SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.Shutterstock Ilustrasi virus corona. Virus corona, SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.
"Kalau memang kena, tetap positif thinking"

Berpikir positif. Itulah yang dilakukan Rhesa Haryo Wicaksono (22) saat dirinya diisolasi.

"Kalau memang kena, tetap positif thinking," kata dia.

Meskipun hal tersebut tak mudah, tetapi mengendalikan pikiran adalah hal yang penting dalam proses penyembuhan.

"Tidak usah mikir yang tidak-tidak," ucap Rhesa.

Imunitas tubuh, lanjut dia, harus dijaga dengan pola hidup sehat.

Sebab, meski penyakit akibat virus corona bisa disembuhkan, tetapi hal itu tak dapat dilakukan secara instan.

"Kebersihan dan makan yang banyak. Imun bisa diperoleh kalau nutrisi yang masuk banyak," ucap dia.

Mahasiswa salah satu universitas negeri di Malang itu kini bersyukur telah dinyatakan sembuh.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Muhlis Al Alawi, Cyntia Lova, Dendi Ramdhani, Andi Hartik | Editor: David Oliver Purba, Sandro Gatra, Farid Assifa, David Oliver Purba)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X