Viral Foto 2 "Pocong" Duduk di Gapura Desa di Sukoharjo, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 02/04/2020, 20:08 WIB
Warga Dukuh Kesongo RT 002, RW 001, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020) malam memakai kostum pocong. Mereka memakai koatum itu setelah foto dua pocong tahun 2019 silam yang diunggah viral di media sosial. Dokumentasi pribadi Anjar PancaWarga Dukuh Kesongo RT 002, RW 001, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020) malam memakai kostum pocong. Mereka memakai koatum itu setelah foto dua pocong tahun 2019 silam yang diunggah viral di media sosial.

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Foto dua pocong sedang duduk di kursi berada di gapura masuk sebuah desa viral di media sosial (medsos).

Foto viral itu diambil tahun 2019 di gapura masuk Dukuh Kesongo RT 002, RW 001, Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

"Foto viral itu sebenarnya kejadian tahun 2019. Itu foto pas malam satu Suro. Kebetulan tirakatannya (malam satu Suro) di situ. Itu iseng-isengnya anak-anak saja," kata tokoh pemuda Desa Kepuh, Anjar Panca saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Foto Pocong Jaga Desa Saat Pandemi Corona Viral di Korea Selatan

Lantaran ramai #KarantinaWilayah sejak pandemi wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia, kemudian banyak kampung ramai yang membuat portal karantina.

Foto pocong duduk itu pun kembali diunggah oleh warga setempat di media sosial dengan tulisan 'portal anti mainstream'. Justru foto pocong yang diunggah kembali itu viral.

Bahkan, beberapa pemberitaan media menuliskan foto pocong itu berada di salah satu desa di Purworejo, Jawa Tengah.

Foto itu pun sampai diberitakan oleh salah satu portal media asal Korea Selatan, SBS.co.kr.

Berita tersebut berjudul ‘Pencegahan Covid-19, Desa di Indonesia Sampai Dijaga Hantu Pocong’ dalam tulisan berhuruf Hangul.

Media tersebut juga menggambarkan sosok pocong yang merupakan 'gwisin' atau hantu asal Indonesia.

"Keterangan di pemberitaan menyebutkan keterangan foto itu berada di Tukrejo, Purworejo. Karena sudah terlanjur ramai dan kita lihat responnya positif dari warganet akhirnya kita merealisasikan kegiatan itu," ungkap Anjar.

Melalui koordinasi dengan pemerintah desa, akhirnya merealisasikan kegiatan pocong portal tersebut secara langsung di dusun tersebut pada Senin (30/3/2020) malam dengan tujuan agar anak-anak menerapkan jam belajar dan tidak keluar rumah.

"Kita realisasikan pocong portal beneran ini Senin malam kemarin di jalan masuk di kampung, bukan di gapura masuk seperti di foto yang viral. Itu kita mulai jam 7 sampai jam 9 malam. Penting anak tidak main di luar karena masa libur sekolah," terangnya.

Baca juga: Iseng, Tukang Panggung Pelaminan Pura-pura Jadi Pocong, Takuti Warga yang Melintas

Karena foto itu viral, akhirnya banyak warga maupun pengguna jalan yang melintas di jalan dukuh tersebut penasaran. Sehingga banyak warga yang menyaksikan keberadaan pocong portal itu.

Pocong portal yang seharusnya untuk menakuti anak-anak supaya tidak keluar rumah justru membuat banyak warga berbondong-bondong datang ke dusun tersebut.

"Tujuannya biar warga di rumah. Tapi malah banyak warga yang menonton. Akhirnya sepakat untuk sementara kita hentikan karena malah mengundang massa. Takutnya terjadi kesalahan," ungkap dia.

Dikatakan, keberadaan pocong portal ini dengan tujuan untuk membantu pemerintah supaya warga tidak keluar rumah selama pandemi wabah virus corona.

Tetapi, karena jadi tontonan banyak orang, sementara dihentikan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X