Lapas Tasikmalaya Bebaskan 34 Narapidana

Kompas.com - 02/04/2020, 15:39 WIB
Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Sulardi saat diwawancara wartawan di kantornya, Kamis (2/4/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Sulardi saat diwawancara wartawan di kantornya, Kamis (2/4/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, Jawa Barat, telah membebaskan 14 narapidana guna mencegah penyebaran virus corona, Kamis (2/4/2020).

Langkah itu merupakan realisasi program asimilasi dan hak integrasi Lapas dan Lapas Anak berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Thun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lapas.

Para narapidana itu dirumahkan dan wajib melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan dari pihak Lapas setempat.

Baca juga: Bupati Bogor: Ada ASN yang Gajinya Rp 2 Juta, Bagaimana Mau Dipotong?

"Sejak Rabu kemarin sore, kita sudah mengeluarkan 14 warga binaan, 1 perempuan dan 13 laki-laki. Mereka dirumahkan untuk isolasi mandiri mencegah penyebaran corona," kata Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya Sulardi kepada wartawan di kantormya, Kamis.

Sulardi mengatakan, sesuai program asimilasi, rencananya Lapas akan membebaskan sebanyak 107 narapidana.

Pembebasan akan bertahap dilakukan, karena harus melaksanakan seleksi dan pendataan sesuai keputusan Kemenhumkam sampai 31 Desember 2020 mendatang.

"Narapidana yang mendapatkan asimilasi, narapidana atau warga binaan yang sudah menjalani setengah masa tahanan pidana, berkelakuan baik dan telah mengikuti program pembinaan di Lapas secara baik pula. Kategorinya bagi warga binaan tindak pidana umum," kata Sulardi.

Sesuai Kemenhumkam, Lapas yang melakukan program asimilasi adalah yang memiliki tingkat hunian tinggi.

Baca juga: Kisah Polisi Tasikmalaya Bantu Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan Mendapat Apresiasi Kapolda Jabar

Lapas Tasikmalaya sendiri kondisinya selama ini overload.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Izin 5 Sektor Ini Harus Ditandatangani Bupati Jember, DPRD: Alasan Apa Pun Tidak Boleh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X