Labkes Riau Menunggu Persetujuan Menkes untuk Tes Swab Corona

Kompas.com - 02/04/2020, 11:56 WIB
Petugas dari Labkesda Jabar sedang melakukan tes swab terhadap para peserta kegiatan seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia di Kota Bandung, Minggu (29/3/2020) kemarin. Humas Pemprov JabarPetugas dari Labkesda Jabar sedang melakukan tes swab terhadap para peserta kegiatan seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia di Kota Bandung, Minggu (29/3/2020) kemarin.

PEKANBARU KOMPAS.com - Penggunaan  Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Riau tinggal menunggu persetujuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Labor tersebut akan digunakan untuk uji swab pasien corona atau Covid-19.

Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan bahwa saat ini Labkesda yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad telah memiliki alat yang lengkap dan sesuai dengan standar dari WHO. Namun, labor belum bisa dioperasikan karena masih menunggu persetujuan dari Kemenkes.

"Kalau menunggu hasil uji labor di Jakarta kan lama, makanya sudah kita persiapkan. Tapi, kita masih menunggu persetujuan Menteri Kesehatan," kata Syamsuar dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Kondisi Dua Pasien Positif Covid-19 di Riau Membaik

Syamsuar menjelaskan, laboratorium tersebut juga telah didukung oleh tenaga doktor dan tenaga dokter yang profesional dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri).

Sambil menunggu menunggu persetujuan penggunaan labor, Pemprov Riau juga telah menyurati Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang dan Menkes terkait persetujuan melakukan tes Covid-19 di Laboratorium Unand.

"Provinsi tetangga kita, Sumatera Barat (Sumbar) tepatnya di Unand sudah tes di labor sendiri. Makanya kita juga minta izin tes di sana. Jadi tak perlu jauh-jauh ke Jakarta lagi kalau tes," terang Syamsuar.

Dia juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Riau agar laboratorium ini segera dikabulkan, sehingga dapat membantu Pemprov Riau dalam percepatan penanganan Covid-19.

Baca juga: Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

"Kita berharap semoga segera terealisasi. Dengan kesadaran semua pihak kasus ini dapat segera teratasi," pungkas Syamsuar.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) pandemi Covid-19 di Provinsi Riau terus bertambah.

Data yang dilihat Kompas.com di situs resmi Pemerintah Provinsi, corona. riau.go.id, Kamis (2/4/2020), jumlahnya tembus 20.004 orang.

Dari jumlah tersebut, 1.906 orang sudah selesai dipantau, sedangkan sisanya 18.098 orang.

Kemudian jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 119 orang. Sebanyak 80 orang masih dirawat, 38 hasilnya negatif dan dipulangkan, dan 2 meninggal dunia.

Sedangkan pasien yang positif Covid-19 masih tiga orang. Dua masih dirawat dan satu orang sudah sembuh dan dipulangkan.

Baca juga: Per 31 Maret, Pasien Positif Corona di Riau Jadi 3, Jumlah ODP 14.879 Orang

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragis, Pria Terjepit Batu Besar Selama 10 Jam Saat Berburu Pohon Serut, Akhirnya Meninggal

Tragis, Pria Terjepit Batu Besar Selama 10 Jam Saat Berburu Pohon Serut, Akhirnya Meninggal

Regional
Tak Pernah Batasi Aktivitas Warga, Ini Kunci Sukses Boltim Nihil Corona

Tak Pernah Batasi Aktivitas Warga, Ini Kunci Sukses Boltim Nihil Corona

Regional
Pantai Canggu dan Labuan Sait Dibuka untuk Turis Asing yang Surfing, Kadis: Mereka Stres 3 Bulan di Rumah

Pantai Canggu dan Labuan Sait Dibuka untuk Turis Asing yang Surfing, Kadis: Mereka Stres 3 Bulan di Rumah

Regional
Penjelasan Polisi Soal Tas Misterius di Karawang yang Diduga Bom

Penjelasan Polisi Soal Tas Misterius di Karawang yang Diduga Bom

Regional
Detik-detik Polisi Tangkap Oniara Wonda, Anggota KKB Paling Dicari Sejak 2011

Detik-detik Polisi Tangkap Oniara Wonda, Anggota KKB Paling Dicari Sejak 2011

Regional
Peserta Pelantikan Kepala Sekolah di Jatim Mendadak Diwajibkan Rapid Test, Ini Penyebabnya

Peserta Pelantikan Kepala Sekolah di Jatim Mendadak Diwajibkan Rapid Test, Ini Penyebabnya

Regional
Perjuangan Siswa SD Naik Turun Bukit Cari Sinyal untuk Belajar Online

Perjuangan Siswa SD Naik Turun Bukit Cari Sinyal untuk Belajar Online

Regional
Tahun Ini Sebanyak 2.236 Calon Jemaah Haji Kota Bandung Batal Berangkat

Tahun Ini Sebanyak 2.236 Calon Jemaah Haji Kota Bandung Batal Berangkat

Regional
Oknum TNI Aniaya Buruh Bangunan di Posko Covid, karena Korban Cuek

Oknum TNI Aniaya Buruh Bangunan di Posko Covid, karena Korban Cuek

Regional
Cerita Seorang Anak Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan...

Cerita Seorang Anak Rekam Ayah Aniaya Ibunya: Saya Tak Tahan...

Regional
Warga Terinfeksi Lagi Setelah Sembuh dari Covid-19, Bupati Banjarnegara: Fenomena Ping-pong, Tetap Waspada

Warga Terinfeksi Lagi Setelah Sembuh dari Covid-19, Bupati Banjarnegara: Fenomena Ping-pong, Tetap Waspada

Regional
Sebelum Dibatalkan, Kemenag: Jemaah Sepuh Ingin Berangkat karena Pertimbangan Usia

Sebelum Dibatalkan, Kemenag: Jemaah Sepuh Ingin Berangkat karena Pertimbangan Usia

Regional
Harga Ayam Melonjak Jadi Rp 42.000 Per Kg, Stok di Medan Didatangkan dari Pekanbaru

Harga Ayam Melonjak Jadi Rp 42.000 Per Kg, Stok di Medan Didatangkan dari Pekanbaru

Regional
New Normal di Pasar Swalayan Semarang, Jumlah Pengunjung dan Waktu Kunjungan Dibatasi

New Normal di Pasar Swalayan Semarang, Jumlah Pengunjung dan Waktu Kunjungan Dibatasi

Regional
Penerima Bantuan Pemerintah di Gorontalo Wajib Berkebun

Penerima Bantuan Pemerintah di Gorontalo Wajib Berkebun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X