Imbas Wabah Corona, Pemkab Pesisir Selatan Bebaskan Pajak Hotel dan Restoran

Kompas.com - 01/04/2020, 14:58 WIB
Ilustrasi hotel SHUTTERSTOCKIlustrasi hotel

PADANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat menghentikan sementara pemungutan pajak hotel, restoran, rumah makan dan kafe untuk tiga bulan ke depan.

Penghentian pemungutan pajak itu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni No. 970/265/BAPEN/2020 tanggal 1 April 2020, tentang Penghentian Sementara Pemungutan Pajak Hotel dan Pajak Restoran/Rumah Makan/Kafe periode April-Juni 2020.

"Bupati telah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pengusaha hotel, restoran, rumah makan dan kafe tentang penghentian sementara pemungutan pajak," kata Kepala Bagian Humas Pemkab Pesisir Selatan, Rinaldi yang dihubungi Kompas.com, Rabu (1/4/2020).

Baca juga: Kondisi Pasien 01 Positif Corona Asal Pesisir Selatan Sumbar Membaik, Bisa Video Call dengan Bupati

Rinaldi menjelaskan kebijakan itu diambil bupati karena adanya wabah Covid-19 di Pesisir Selatan yang mengakibatkan terjadinya penurunan pendapatan serta daya beli masyarakat.

"Bupati sangat paham akan adanya penurunan pendapatan pengusaha tersebut sehingga ntuk mengurangi risiko bagi pengusaha, bupati mengeluarkan kebijakan itu," jelas Rinaldi.

Menurut Rinaldi, hingga Rabu ini tercatat ada dua orang warga Pesisir Selatan yang positif terinfeksi Covid-19.

Kemudian ada tiga orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 239 Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 ini.

Pemkab Pesisir Selatan juga melarang setiap kegiatan yang menghadirkan orang banyak seperti pesta, syukuran dan lainnya.

Baca juga: Dua Tenaga Kesehatan Lagi-lagi Positif Terjangkit Corona, Keduanya Asal Pesisir Selatan

Hal itu sebagai langkah antisipasi agar penyebaran virus corona tidak meluas setelah ditemukan dua kasus positif warga Pesisir Selatan.

"Bupati sudah instruksikan seluruh wali nagari atau kepala desa untuk melarang warga melakukan kegiatan yang menghadirkan orang banyak," kata Rinaldi.

Rinaldi mengatakan jika ada warga yang tetap nekad melakukan acara yang menghadirkan orang banyak maka acara tersebut dapat dibubarkan.

"Wali nagari dan keamanan harus membubarkan acara tersebut. Ini demi masyarakat sebagai antisipasi penyebaran virus corona ini," kata Rinaldi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Cerita Guru Honorer di Bulukumba, Mengabdi 7 Tahun tapi Gaji Tak Cukup Beli Bensin

Regional
Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Diperiksa KPK Terkait Kasus Zumi Zola, Bupati Muaro Jambi Mengaku Cuma Jadi Saksi

Regional
Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Polisi Bongkar Investasi Bodong Bermodus Jual Beli Uang Asing

Regional
Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Viral Video Seorang Ibu Balik Marahi Polisi Saat Ditegur Tak Pakai Helm, lalu Kabur

Regional
Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Raih Gelar Sarjana di Usia 78 Tahun, Chamimah: Mahasiswa Lain Memotivasi Saya...

Regional
Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Debat Pilkada Karawang, KPU: Paslon Beda Pendapat Saat Debat, tapi Silaturahmi Tetap Terawat

Regional
Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Wali Kota Samarinda Sjaharie Jaang Positif Covid-19

Regional
7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

7 Pegawai di Kantor Gubernur NTT Positif Corona

Regional
Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Jika Menang Pilkada Solo, Bajo Bangun Jalan Layang hingga Sungai Bawah Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X