Pembatasan Sosial Berskala Besar, Surabaya akan Batasi Operasional Mal dan Kafe

Kompas.com - 31/03/2020, 20:36 WIB
Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser KOMPAS.COM/GHINAN SALMANKoordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M. Fikser

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan skema pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk dunia usaha, seperti kafe, mal, hotel, dan restoran.

Jam operasional sektor usaha itu akan diatur untuk mendukung kebijakan PSBB yang ditetapkan pemerintah.

Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M Fikser mengatakan, draf dari aturan itu akan dibahas bersama sejumlah instansi terkait.

"Jadi untuk pembatasan sosial skala besar ini yang diatur lebih spesifik, apa saja yang tidak boleh. Tetapi karena draf ini kita sudah siap, namun nanti akan dirapatkan agar sosialisasi ini bisa berjalan dengan baik," kata Fikser ketika dikonfirmasi, Selasa (31/3/2020).

Baca juga: Pemkot Surabaya Godok Aturan Pembatasan Sosial Skala Besar untuk Cegah Covid-19

Fikser menyebut, sebelumnya Surabaya akan menerapkan karantina wilayah.

Setelah dievaluasi dan menindaklanjuti anjuran pemerintah pusat, Pemkot Surabaya mengganti kebijakan itu dengan pembatasan sosial skala besar.

"Kita coba membangun konsep yang ada di pemerintah kota (Surabaya) seperti apa. Makanya konsep ini harus dibahas bersama-sama, baru jika sudah oke, kita terapkan untuk sosialisasi ke masyarakat," ujar dia.

Fikser yang merupakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya menjelaskan, simulasi pembatasan sosial telah dilakukan sejak tiga hari terakhir.

Menurutnya, akses transportasi melalui 19 pintu masuk ke Surabaya telah dibatasi.

"Ini sudah kita mulai sosialisasi dari sekitar 3-4 hari yang lalu. Nanti pada saat proses pelaksanaannya lebih ketat, diharapkan sudah ada semacam (masyarakat) mengetahui itu," kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Covid-19, Petugas Bongkar Paksa Bangunan Karaoke Liar di Pantura Demak

Antisipasi Covid-19, Petugas Bongkar Paksa Bangunan Karaoke Liar di Pantura Demak

Regional
Calon Haji Tertunda Keberangkatannya, Kepala Kemenag Harap Jemaah Tak Tarik Dana

Calon Haji Tertunda Keberangkatannya, Kepala Kemenag Harap Jemaah Tak Tarik Dana

Regional
Ayah Cabuli Anak Kandung Selama 2 Tahun, Terungkap Setelah Korban Lapor Ibu

Ayah Cabuli Anak Kandung Selama 2 Tahun, Terungkap Setelah Korban Lapor Ibu

Regional
Tidak Pakai Masker, Warga Dilarang Masuk Tempat Ibadah

Tidak Pakai Masker, Warga Dilarang Masuk Tempat Ibadah

Regional
Kabar Gembira, 100 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh

Kabar Gembira, 100 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh

Regional
Pasien Corona di Sumsel 1.019 Orang, Gugus Tugas Butuh Mobil Lab

Pasien Corona di Sumsel 1.019 Orang, Gugus Tugas Butuh Mobil Lab

Regional
Cerita Risma Soal Bantuan Corona, Geger Mobil PCR hingga Bersyukut Ada BIN

Cerita Risma Soal Bantuan Corona, Geger Mobil PCR hingga Bersyukut Ada BIN

Regional
Bayi Baru Lahir Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bayi Baru Lahir Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Sebanyak 2.586 Calon Jemaah Haji Asal Kaltim Batal Berangkat, Diminta Tak Kecewa

Sebanyak 2.586 Calon Jemaah Haji Asal Kaltim Batal Berangkat, Diminta Tak Kecewa

Regional
Menkes dan Kepala BNPB Puji Cara Risma Tangani Covid-19 di Surabaya

Menkes dan Kepala BNPB Puji Cara Risma Tangani Covid-19 di Surabaya

Regional
Suami yang Aniaya Istri dan Direkam oleh Anaknya Kini Melarikan Diri

Suami yang Aniaya Istri dan Direkam oleh Anaknya Kini Melarikan Diri

Regional
Anak Minta Ponsel untuk Belajar, Seorang Ayah Nekat Menjambret

Anak Minta Ponsel untuk Belajar, Seorang Ayah Nekat Menjambret

Regional
Minta Jatah kepada Penerima BLT, Kepala Dusun dan Anggota BPD Diamankan Polisi

Minta Jatah kepada Penerima BLT, Kepala Dusun dan Anggota BPD Diamankan Polisi

Regional
Sebanyak 18 Tenaga Medis RS TK II Pelamonia Makassar Positif Covid-19, Semuanya OTG

Sebanyak 18 Tenaga Medis RS TK II Pelamonia Makassar Positif Covid-19, Semuanya OTG

Regional
Surabaya Jadi Zona Hitam, Apa yang Terjadi?

Surabaya Jadi Zona Hitam, Apa yang Terjadi?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X