Pasien Positif Corona Ini Jadi Alasan Pemkot Tegal Isolasi Wilayah, Kini Kondisinya Membaik

Kompas.com - 30/03/2020, 20:44 WIB
Seorang pekerja tengah menyiapkan beton MCB untuk menutup jalan perbatasan Kota/Kabupten Tegal, Minggu (29/3/2020), sebagai upaya Pemkot Tegal mengisolasi wilayah setelah ditemukan satu warganya yang positif corona. KOMPAS.com/Tresno SetiadiSeorang pekerja tengah menyiapkan beton MCB untuk menutup jalan perbatasan Kota/Kabupten Tegal, Minggu (29/3/2020), sebagai upaya Pemkot Tegal mengisolasi wilayah setelah ditemukan satu warganya yang positif corona.

"Kalau soal itu saya belum tahu. Coba saya kirim videonya, nanti saya kroscek ke Direktur RSUD Kardinah," kata Prima.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, pasien tersebut sebelumnya baru pulang bekerja di Uni Emirat Arab dan dari Jakarta menuju Kota Tegal menggunakan kereta api pada 16 Maret 2020.

Kata Dedy, pasien itu menjalani dua kali pemeriksaan swab tenggorokan ke Balitbang Kemenkes RI.

Hasil pemeriksaan pertama pada 17 Maret dinyatakan negatif. Sementara pada pemeriksan kedua 24 Maret, pasien baru dinyatakan positif.

"Dia seorang diri naik kereta Sembrani dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Tegal. Dalam gerbong orang Tegal hanya dia. Namun ada 3 warga lain yang duduk di depan dan di sampingnya," kata Dedy saat konferensi pers di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam.

Baca juga: Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Dedy mengaku, sudah mengantongi nama ketiga penumpang tersebut yang kemudian sudah dikoordinasikan dengan PT. KAI agar bisa ditindaklanjuti menginformasikan ke daerah asalnya.

"Saya berharap kondisi pasien yang dari Slerok ini mudah-mudahan bisa sembuh dan kembali sehat," kata Dedy.

Dedy mengajak seluruh lapisan masyarakat bisa memahami dan bersama-sama pemerintah untuk bisa menyukseskan kebijakan yang diterapkan sebagai upaya pencegahan penyebaran corona di Kota Tegal.

Kebijakan yang diambilnya adalah dengan mengisolasi wilayah Kota Tegal mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020.

Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona agar tak ada lagi warga Kota Tegal yang terpapar virus mematikan itu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X