Pasien Positif Corona Ini Jadi Alasan Pemkot Tegal Isolasi Wilayah, Kini Kondisinya Membaik

Kompas.com - 30/03/2020, 20:44 WIB
Seorang pekerja tengah menyiapkan beton MCB untuk menutup jalan perbatasan Kota/Kabupten Tegal, Minggu (29/3/2020), sebagai upaya Pemkot Tegal mengisolasi wilayah setelah ditemukan satu warganya yang positif corona. KOMPAS.com/Tresno SetiadiSeorang pekerja tengah menyiapkan beton MCB untuk menutup jalan perbatasan Kota/Kabupten Tegal, Minggu (29/3/2020), sebagai upaya Pemkot Tegal mengisolasi wilayah setelah ditemukan satu warganya yang positif corona.

TEGAL, KOMPAS.com - Seorang pria berusia 34 tahun warga Kota Tegal, Jawa Tengah, kasus pertama positif virus corona (Covid-19) di Kota Tegal kondisi kesehatannya kini terus membaik.

Pemuda yang sebelumnya bekerja di Uni Emirat Arab ini merupakan kasus pertama pasien positif di Kota Tegal.

Atas kejadian itu, Pemkot Tegal memutuskan untuk mengisolasi wilayah selama 4 bulan sejak Senin (30/3/2020).

Baca juga: Akses Keluar-Masuk Kota Tegal Ini Tetap Dibuka Selama Isolasi Wilayah

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr. Sri Prima Indraswari mengatakan, pasien yang sudah beranjak pulih ini masih harus menunggu hasil swab lanjutan.

Jika dua kali berturut-turut hasilnya negatif, maka bisa dinyatakan sembuh.

Saat ini, pasien itu masih berada di ruang isolasi RSUD Kardinah Kota Tegal.

"Kesehatannya semakin baik. Namun masih menunggu hasil swab pertama. Kalau nanti berturut-turut dua kali hasilnya sudah negatif, maka dinyatakan sembuh dari corona," kata Prima, saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Sebelumnya, beredar di jagat media sosial video seorang pemuda yang tengah berolahraga berlari-lari ringan di dalam ruang isolasi sebuah rumah sakit.

Diduga, pasien tersebut merupakan pasien positif yang diisolasi di RSUD Kardinah, Senin (30/3/2020)

Atas beredarnya video itu, Prima mengaku masih akan menelusurinya.

"Kalau soal itu saya belum tahu. Coba saya kirim videonya, nanti saya kroscek ke Direktur RSUD Kardinah," kata Prima.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, pasien tersebut sebelumnya baru pulang bekerja di Uni Emirat Arab dan dari Jakarta menuju Kota Tegal menggunakan kereta api pada 16 Maret 2020.

Kata Dedy, pasien itu menjalani dua kali pemeriksaan swab tenggorokan ke Balitbang Kemenkes RI.

Hasil pemeriksaan pertama pada 17 Maret dinyatakan negatif. Sementara pada pemeriksan kedua 24 Maret, pasien baru dinyatakan positif.

"Dia seorang diri naik kereta Sembrani dari Stasiun Gambir Jakarta menuju Tegal. Dalam gerbong orang Tegal hanya dia. Namun ada 3 warga lain yang duduk di depan dan di sampingnya," kata Dedy saat konferensi pers di Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam.

Baca juga: Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Dedy mengaku, sudah mengantongi nama ketiga penumpang tersebut yang kemudian sudah dikoordinasikan dengan PT. KAI agar bisa ditindaklanjuti menginformasikan ke daerah asalnya.

"Saya berharap kondisi pasien yang dari Slerok ini mudah-mudahan bisa sembuh dan kembali sehat," kata Dedy.

Dedy mengajak seluruh lapisan masyarakat bisa memahami dan bersama-sama pemerintah untuk bisa menyukseskan kebijakan yang diterapkan sebagai upaya pencegahan penyebaran corona di Kota Tegal.

Kebijakan yang diambilnya adalah dengan mengisolasi wilayah Kota Tegal mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020.

Hal itu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona agar tak ada lagi warga Kota Tegal yang terpapar virus mematikan itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X