Kompas.com - 30/03/2020, 07:55 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

JOMBANG, KOMPAS.com - Haidir Ali Murtadlo, warga negara Indonesia (WNI) yang sedang menempuh studi di Kota Milan, Italia, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama pandemi virus corona baru atau Covid-19 melanda dunia.

Pria kelahiran Jombang,Jawa Timur, itu mengatakan, penyebaran virus corona baru tak bisa dianggap remeh.

Masyarakat harus waspada. Tapi, tak perlu panik berlebihan.

"Buat yang lagi di Indonesia, sebisa mungkin patuhi arahan pemerintah. Bersikap seperti biasa, tapi waspada," kata Haidir saat diwawancarai Kompas.com melalui aplikasi pesan instan Facebook, Minggu (29/3/2020).

Baca juga: Kronologi Pasien Positif Covid-19 di Pamekasan, Hasil Diketahui Setelah 10 Hari Meninggal

Haidir berada di Italia sejak September 2018. Ia menetap di Kota Milan karena menempuh studi master jurusan mechanical engineering, di Politecnico di Milano.

Menurutnya, kegiatan belajar mengajar di kampusnya dihentikan sejak akhir Februari 2020. Aktivitas itu diganti dengan kuliah daring.

"Kemudian pada awal Maret, keluar imbauan agar masyarakat stay di rumah dan semua pekerjaan diliburkan. Kecuali untuk pelayanan publik," ujar Haidir.

Haidir mengatakan, tingginya kasus positif Covid-19 di Italia karena masyarakat tak mendengarkan arahan pemerintah.

Meski diimbau tetap tinggal di rumah, masyarakat masih menjalankan aktivitas seperti biasa, lalu lalang di pusat kota.

Haidir Ali Murtadlo, WNI asal Jombang, Jawa Timur, memposting aktifitas bersama teman-temannya di tengah suasana lockdown yang diberlakukan di Kota Milan, Italia.KOMPAS.COM/Foto FB Haidir Ali Murtadlo. Haidir Ali Murtadlo, WNI asal Jombang, Jawa Timur, memposting aktifitas bersama teman-temannya di tengah suasana lockdown yang diberlakukan di Kota Milan, Italia.

Pemerintah Italia yang geram dengan sikap masyarakat itu akhirnya mengeluarkan kebijakan ketat untuk membatasi hilir mudik warga.

"Mulai pertengahan Maret, semakin ketat dengan diterapkan hukuman bagi yang keluar rumah tanpa alasan yang urgent," ungkap putra kedua dari pegawai KUA di Kabupaten Jombang ini.

Merujuk data, Coronavirus Covid-19 Global Cases by the CSSE at Johns Hopkins University, tercatat ada 662.073 kasus hingga Minggu (29/3/2020) pagi.

Adapun di Italia, jumlah kasus postif corona mencapai 92.472 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 10.023 orang meninggal, sedangkan yang sembuh sebanyak 12.384.

Kebijakan Lockdown

Haidir Ali Murtadlo mengungkapkan, sejak diberlakukan pembatasan yang ketat dari pemerintah Italia disertai dengan pemberian sanksi bagi yang keluar rumah tanpa izin, jalanan dan pusat keramaian di Kota Milan menjadi sepi.

Baca juga: Perawat Positif Covid-19, Ganjar: Tetap Semangat, Banyak Teman-teman yang Mendoakan dan Mendukung Tenaga Medis

Warga Italia dan pendatang di Kota Milan, mulai tinggal di rumah atau apartemen masing-masing.

Selama pemberlakuan lockdown, kata Haidir, warga masih diizinkan membeli bahan makanan.

"Untuk kebutuhan logistik bisa dibeli di supermarket, karena supermarket masih buka dan suplai logistik masih normal sejauh ini," ujar Haidir.

Di Kota Milan, Haidir tinggal di apartemen milik WNI yang telah menetap di Italia.

Ia mengungkapkan, kebijakan lockdown memberi dampak signifikan bagi semua warga yang tinggal di Italia.

 

Namun, menurut Haidir, kebijakan lockdown yang dikeluarkan oleh pemerintah Italia, diimbangi dengan pemberian insentif kepada seluruh warga yang terpaksa 'dirumahkan' sementara.

Para pegawai pemerintah, ungkap dia, tetap menerima gaji seperti biasanya.

Sedangkan yang bekerja di sektor swasta, penghasilannya diganti oleh pemerintah Italia.

"Demikian pula dengan pemilik toko, kafe maupun sejenisnya. Mereka menerima insentif dari pemerintah karena usaha mereka tidak boleh berjalan, selama lockdown," ungkap Haidir.

Insentif untuk warga yang tidak bekerja tersebut, ungkap Haidir, diambil pemerintah Italia dari pajak penghasilan dan dana pensiun.

"Itu diambil dari retribusi pajak dan dana pensiun, karena semua profesi dikenakan pajak," ujar dia.

Suasana di lingkungan tempat tinggal Haidir Ali Murtadlo, WNI asal Jombang, Jawa Timur, di Kota Milan, Italia.KOMPAS.COM/Dok. Pribadi Suasana di lingkungan tempat tinggal Haidir Ali Murtadlo, WNI asal Jombang, Jawa Timur, di Kota Milan, Italia.

Saling Mengingatkan

Pemberlakuan lockdown di Kota Milan, membuat hubungan antarmasyarakat semakin akrab.

Masyarakat memiliki banyak waktu berkumpul dengan keluarga atau sekadar tegur sapa dengan tetangga di apartemennya.

"Sebenarnya sih berat untuk menjalani karantina ini. Tetapi ya itu tadi, ada sisi positifnya karena jadi lebih banyak waktu untuk kumpul di apartemen," ujar dia.

Solidaritas antarpenghuni apartemen juga semakin kuat.

"Yang positif lagi, hubungan kita dengan tetangga jadi makin akrab. Saling sapa lewat balkon masing-masing jadi lebih sering, sehingga kita makin saling mengenal. Di sini juga saling mengingatkan, saling menguatkan agar mampu menghadapi kondisi seperti ini," ungkap dia.

 

Haidir mengaku tak tahu persis jumlah WNI di Italia saat ini. Namun, menurutnya belum ada WNI yang positif Covid-19 di Italia.

"WNI di Italia belum ada informasi terkena corona. Alhamdulillah, aman," tutur dia.

Pada percakapan akhir dengan Kompas.com, Haidir kembali mengingatkan pentingnya masyarakat di Indonesia untuk disiplin melakukan social distancing dan physical distancing.

Menurutnya, masyarakat di Tanah Air harus menjadikan kejadian di Italia sebagai pelajaran melawan pandemi Covid-19.

"Pesan kami buat yang di Indonesia, jangan abaikan anjuran pemerintah. Tetap waspada tetapi jangan panik," kata Haidir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.