Dapat Tambahan 12.000 Rapid Test Corona, Banten Belum Berencana Gelar Tes Massal

Kompas.com - 28/03/2020, 17:35 WIB
Rapid tes covid-19 SHUTTERSTOCKRapid tes covid-19

SERANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Provinsi Banten mendapat tambahan 12 ribu rapid test (tes cepat) dari Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya Banten sudah menerima 3.600 rapid test pada Kamis (26/3/2020) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji mengatakan, belum ada rencana untuk dilakukan tes masal bagi masyarakat umum.

Baca juga: Tangerang Jadi Pusat Sebaran Covid-19 di Banten

Rapid test baru akan dilakukan terhadap orang-orang prioritas, lantaran jumlahnya masih terbatas.

"Rapid test ini diprioritaskan untuk PDP (Pasien dalam pengawasan), ODP (Orang dalam pemantauan) dan orang kontak erat dengan PDP dan positif, serta tenaga kesehatan yang melakukan kontak erat kasus positif," kata Ati dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2020).

Baca juga: 121 Tenaga Medis RSUD Banten Minta Dikarantina

Ati mengatakan, Rapid test tersebut sudah didistribusikan ke kabupaten dan kota di seluruh provinsi Banten.

Rinciannya, Kabupaten Tangerang 2.000, Kota Tangerang 2.000, Kota Tangerang Selatan 2.000, Kabupaten Serang 1.000, Kabupaten Pandeglang 1.000, Kabupaten Lebak 600, Kota Serang 600 dan Kota Cilegon 400.

Alokasi pembagian rapid test tersebut, kata Ati, disesuaikan dengan banyaknya pasien PDP dan ODP di masing-masing kabupaten kota.

Baca juga: Banten Perpanjang Masa Belajar di Rumah SMA dan SMK hingga 1 Juni 2020

Terkait mekanisme tesnya, diatur oleh masing-masing pemerintah daerah setempat.

Diketahui, hingga saat ini, berdasarkan data resmi dari infocorona.bantenprov.go.id yang diperbaharui, Jumat (27/3/2020) malam, jumlah positif corona di Banten terdapat 67 kasus dimana seluruhnya berada di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

Sementara PDP 242 dan ODP 1736 yang tersebar di seluruh kabupaten kota di seluruh Banten.

Baca juga: RSUD Banten Jadi RS Pusat Rujukan Khusus Covid-19, Sudah Rawat 7 Pasien Corona



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X