121 Tenaga Medis RSUD Banten Minta Dikarantina

Kompas.com - 28/03/2020, 15:00 WIB
Situasi di RSUD Banten sepi setelah ditetapkan sebagai RS khusus corona atau Covid-19 di Provinsi Banten, Rabu (25/3/2020) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINSituasi di RSUD Banten sepi setelah ditetapkan sebagai RS khusus corona atau Covid-19 di Provinsi Banten, Rabu (25/3/2020)

SERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan dua tempat karantina untuk petugas medis yang bertugas di RSUD Banten.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji mengatakan terdapat 121 tenaga medis, dokter dan perawat, yang ingin dikarantina.

Mereka menginginkan dilakukan karantina setelah RS milik Pemprov Banten tersebut dikhususkan menjadi RS pusat rujukan corona atau Covid-19 di Provinsi Banten.

"Ada 121 tenaga medis baik dokter maupun tenaga kesehatan lainnya yang ingin di karantina. Namun hingga tadi malam hanya ada 20 yang sudah masuk karantina," kata Ati, dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (28/3/2020).

Baca juga: Banten Perpanjang Masa Belajar di Rumah SMA dan SMK hingga 1 Juni 2020

20 tenaga medis tersebut, kata Ati, di tempatkan di Pendopo Lama Gubernur Banten di Kota Serang yang dialihfungsikan sebagai tempat karantina sementara.

Sementara, menurut Ati, Pendopo Gubernur cukup untuk menampung 20 tenaga medis. 

Selain itu, Pemprov Banten juga menyediakan alternatif lain yakni di komplek Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten di Pandeglang.

"Di sana (BPSDMD) memiliki kapasitas 130 orang," kata Ati.

Baca juga: Banten Dapat Jatah 3.600 Rapid Test, Pemeriksaan Hanya untuk Prioritas

Baik di Pendopo Gubernur maupun di BPSDMD, ati mengatakan, para tenaga medis yang di karantina tersebut, dijamin fasilitasnya. Semisal kamar tidur, makan tiga kali sehari dan bus antar jemput ke RSUD hingga insentif tambahan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X