Kompas.com - 18/03/2020, 19:15 WIB
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Al Leysandri memimpin konferensi pers terkait pengumuman status kejadian luar biasa virus corona, Rabu (18/3/2020). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASekretaris Daerah Kalimantan Barat, Al Leysandri memimpin konferensi pers terkait pengumuman status kejadian luar biasa virus corona, Rabu (18/3/2020).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait pandemi virus corona atau Covid-19.

Sekretaris Daerah Kalbar Al Leysandri menerangkan, penetapan status KLB dikarenakan adanya dua warga positif Covid-19.

"Kejadian luar biasa ini ditetapkan karena adanta dua kasus positif Covid-19," katanya saat konferensi pers, Rabu (18/3/2020).

Baca juga: Warga Baduy Dilarang ke Kota Besar Selama KLB Corona di Banten

Saat ini, kata dia, pihaknya telah membentuk Gugus Tugas Pengendalian dan Pencegahan Wabah Corona Provinsi Kalbar dengan dia sebagai ketua.

"Gugus tugas yang dibentuk akan segera merumuskan formula kebijakan teknis agar wabah tersebut bisa diputus mata rantainya," ucapnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam beberapa waktu ke depan, sebanyak 14 kabupaten dan kota di Kalbar akan menyusul menerapkan status KLB di daerah masing-masing.

"Pengendalian dan pencegahan virus corona harus dilakukan bersama-sama. Tujuannya agar semua serius melakukan pengendalian dan pencegahan,” ujarnya.

Baca juga: Pantai Anyer dan Carita Ramai Turis Saat Wabah Corona, Balawisata Sebut Terjadi Sebelum KLB

Diberitakan, Dinas Kesehatan Kalbar mencatat terhitung Selasa (17/3/2020), telah menangani dua pasien positif Covid-19, sembilan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 284 orang berstatus Orang Dalam Pantauan (ODP).

Kepala Dinkes Kalbar Harrison mengatakan, masing-masing pasien yang positif diisolasi di RSUD Soedarso Pontianak dan RSUD Abdul Azis Singkawang.

"Kondisi mereka dikabarkan semakin membaik," kata Harrison, Selasa (17/3/2020).

Kemudian, sembilan pasien yang diisolasi terdiri dari empat pasien di RSUD Soedarso Pontianak, dua pasien di RSUD Abdul Azis Singkawang, satu pasien di Rumah Sakit Pemangkat dan dua pasien di RSUD Kabupaten Sambas, Kalbar.

"Mereka sembilan pasien ini masih menunggu hasil uji laboratorium," ujarnya.

Sementara itu, 284 pasien berstatus ODP masing-masing ada 81 orang di Kota Pontianak, 46 orang di Kabupaten Sanggau, 124 orang di Kabupaten Sintang, 14 orang di Kabupaten Kubu Raya, 17 orang di Kabupaten Sambas dan satu orang di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X