Kompas.com - 18/03/2020, 11:37 WIB
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Prof dr. Budu saat pertemuan tim satgas Covid-19 Unhas mengenai 2 laboratorium yang disiapkan untuk uji tes corona, Selasa (17/3/2020). Dok Humas UnhasDekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Prof dr. Budu saat pertemuan tim satgas Covid-19 Unhas mengenai 2 laboratorium yang disiapkan untuk uji tes corona, Selasa (17/3/2020).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menyiapkan 2 laboratorium untuk melakukan uji tes virus corona kepada masyarakat.

Keputusan ini merupakan respons dari Satgas Covid-19 Unhas terhadap peningkatan pasien Orang Dalam Pemantauan (OPD) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona di Sulawesi Selatan. 

Wakil Rektor Unhas Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Prof dr. Muhammad Nasrum Massi mengatakan bahwa Unhas memiliki kapasitas untuk melakukan uji laboratorium virus corona baik kesiapan sumber daya manusia maupun fasilitas. 

Nasrum menyebut, saat ini Unhas memiliki dua laboratorium ex-NECHRI berstandar Bio Safety Level (BSL) 2 dan laboratorium HUMRC berstandar Bio Safety Level (BSL) 3 yang ada di Rumah Sakit Unhas. 

Keduanya, kata Nasrum, memenuhi standar keamanan untuk dijadikan uji tes virus corona. 

"Lab ini (ex-NECHRI) dulunya kita gunakan memeriksa SARS di RS Wahidin. Kita tinggal melakukan pembenahan dan percepatan proses kontruksi yang kini sudah berjalan. Lab ini siap beroperasi," unar Nasrum saat menggelar rapat, Selasa (17/3/2020) malam.

Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Prof Budu menyebut bahwa saat ini untuk melakukan uji Covid-19 memang hanya ada di Balitbang Kementerian Kesehatan. 

Namun, Budu menyampaikan, saat ini Unhas tengah berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk merampungkan kesiapan fasilitas laboratorium. 

Apalagi, saat ini, kata Budu jumlah antrian pemeriksaan virus corona khususnya di rumah sakit yang ada di Makassar meningkat. 

Meski pasien yang telah diperiksa semuanya negatif tetapi hasil pemeriksaan laboratorium baru keluar setelah enam hari di litbang Kemenkes.

Berbeda sebelum virus corona diumumkan masuk ke Indonesia yang hanya membutuhkan 2 hari hasil pemeriksaan lab. 

"Kita juga mengajukan izin ke Balitbang Kemenkes agar diberikan kewenangan melakukan uji Covid-19. Harapannya, begitu izin diberikan, saat itu juga kita siap lakukan pemeriksaan," tutur Budu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X