Mengungkap Misteri Mayat Perempuan Bertato Burung Hantu yang Ditemukan dalam Selokan di Lembang

Kompas.com - 09/03/2020, 05:57 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCK Ilustrasi.

KOMPAS.com - Sesosok mayat perempuan ditemukan di sebuah selokan kecil dekat sebuah hotel di Jalan Raya Lembang, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020) pagi.

Mayat tersebut diketahui bernama Intan Marwah Sofiyah (20), warga Desa Karang Hegar, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Saat ditemukan, mayat tersebut hanya mengenakan celana dalam, ditutupi plastik dan sprei.

Polisi menduga mayat tersebut diduga korban pembunuhan. Hal tersebut diperkuat dengan adanya luka di bagian wajah dan kepala serta sayatan yang cukup dalam di leher korban.

Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi membentuk tim khusus dan telah memeriksa 15 orang saksi. Namun, belum menetapkan menangkap pelaku.

Berikut fakta selengkapnya yang Kompas.com rangkum:

1. Mayat bertato burung hantu

Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki mengatakan, mayat perempuan yang ditemukan di sebuah selokan kecil dekat sebuah hotel memiliki ciri-ciri tato di lengan kanan dan kirinya.

Tato tersebut bertuliskan "Fuck My Life" dan gambar burung hantu.

Perempuan bertato itu hanya mengenakan celana dalam, ditutupi plastik dan sprei.

"Hanya ditutupi plastik hitam dan kain seprei hijau," kata Yoris di Mapolsek Lembang, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, selimut yang menutupi korban bukan dari sebuah hotel.

"Sepreinya bergambar motif anak-anak, bukan dari hotel dekat situ," jelasnya.

Baca juga: Jenazah Perempuan Bertato Burung Hantu Ditemukan di Lembang

 

2. Diduga korban pembunuhan

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi
IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

Yoris mengatakan, saat ditemukan pada tubuh mayat tersebut terdapat luka di bagian wajah dan kepalanya serta ada sayatan yang cukup dalam di leher korban.

"Kemungkinan besar korban akibat pembunuhan. Ditemukan luka di leher, luka di kepala dan juga luka di bagian wajah," katanya.

Sampai saat ini, polisi belum mendapatkan petunjuk jelas terkait dugaan pembunuhan tersebut.

Namun sejumlah saksi telah dimintai keterangan terkait penemuan jenazah perempuan tersebut.

Baca juga: Mayat Perempuan Bertato Burung Hantu di Lembang Diduga Korban Pembunuhan

 

3. Identitas mayat perempuan bertato burung hantu terungkap

Ilustrasi jenazahKompas.com Ilustrasi jenazah

Teka-teki identitas mayat perempuan bertato burung hantu yang ditemukan tewas di sebuah selokan kecil dekat sebuah hotel di Jalan Raya Lembang, Kamis pagi akhirnya terungkap.

Mayat tersebut bernama Intan Marawah Sofiyah (20) warga Desa Karang Hegar, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan salah satu keluarga korban bernama Asep Saeful Pallah (44).

"Betul, dia korban (pembunuhan) yang ditemukan di Lembang, panggilan sehari-harinya Intan," katanya dikutip TribunJabar.id, Jumat (6/3/2020).

Asep menceritakan, pihak keluarga mengetahui Intan tewas dari teman ibunya asal Karawang.

Saat itu teman sang ibu memberikan informasi ciri-ciri tato burung hantu ke pihak keluarga.

"Tidak lama kemudian, ada telepon dari polisi ke keluarga. Saat itu keluarga langsung kaget dan membenarkan itu memang Intan. Keluarga langsung menjemput ke rumah sakit," katanya.

Baca juga: Mayat Perempuan Bertato Burung Hantu di Lembang adalah Pemilik Akun Anjani Bee

 

4. Polisi periksa 15 saksi

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Dikutip dari TribunJabar.id, untuk mengungkap kasus kematian mayat perempuan bertato burung hantu tersebut, polisi sejauh ini telah memeriksa lima belas orang saksi.

"Lima belas orang saksi sudah kami periksa," kata Yoris, saat dihubungi, Sabtu (7/3/2020), dikutip dari TribunJabar.id.

Perlu diketahui, pada hari pertama Intan ditemukan tak bernyawa, polisi sudah memeriksa saksi.

Pada hari pertama itu, saksi yang diperiksa berjumlah enam orang.

Kemudian, di hari berikutnya atau Jumat (6/3/2020) saksi yang diperiksa bertambah jadi 12 orang.

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Jenazah Perempuan Bertato Burung Hantu di Lembang

 

5. Bentuk tim khusus

Ilustrasi polisiKOMPAS.com/NURSITA SARI Ilustrasi polisi

Untuk mengungkap kasus mayat perempuan bertato burung hantu yang ditemukan di sebuah selokan kecil dekat sebuah hotel di Jalan Raya Lembang, Kamis pagi, Polres Cimahi, Jawa Barat, membentuk tim khusus.

"Saat ini, Polres Cimahi sedang membentuk tim untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku," kata Yoris Jumat.

Seperti diketahui, korban ditemukan di sebuah selokan kecil pada Kamis pagi.

Saat ditemukan, korban menggunakan celana panjang warna hitam, namun tidak mengenakan baju.

Selain itu, terdapat tato di lengan kanan dan kirinya berupa tato bertuliskan "Fuck My Life" dan gambar burung hantu.

Baca juga: Polisi Bentuk Tim Ungkap Pembunuhan Perempuan Bertato Burung Hantu di Lembang

 

Sumber: KOMPAS.com (Kontributor Bandung, Agie Permadi | Editor: Abba Gabrillin, Farid Assifa)/TribunJabar.id



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Tak Cuma Online, Pelajar SD dan SMP di Surabaya Bisa Belajar lewat Televisi

Regional
Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

Regional
Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

Regional
Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

Regional
Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

Regional
Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

Regional
Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

Regional
Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

Regional
Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

Regional
Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

Regional
Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Regional
Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

Regional
Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X