Gubernur NTB Sebut Kapal Viking Sun Belum Tentu Sandar di Lombok

Kompas.com - 08/03/2020, 21:58 WIB
Gubernur NTB Zulkieflimansyah KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDGubernur NTB Zulkieflimansyah

MATARAM, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat ( NTB) Zulkieflimansyah mengatakan, hingga kini belum mengetahui Kapal Pesiar Viking Sun yang sempat ditolak bersandar di Semarang dan Surabaya, bersandar di Lombok.

"Kalau Viking Sun belum ada kepastian (berlabuh), nanti kita lihat," kata Zul usai menemani Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memantau lokasi Tempat Pembuamham Akhir (TPA) Mataram, Minggu (8/3/2020).

Baca juga: Penumpang Kapal Viking Sun Berlibur di Bali Hingga Senin

Zul memastikan dua Kapal yang akan bersandar di Lombok bukan Kapal Viking Sun.

"Menurut pihak kesehatan kelautan belum tentu ke sini (Viking Sun), yang datang 2 besok ini bukan Viking Sun," kata Zul.

Pihaknya, kata dia, akan meningkatkan kewaspadaan apabila kapal pesiar tersebut benar-benar bersandar di Lombok.

Dia berharap, masyarakat jangan terlalu menanggapi kabar penyebaran virus corona

"Kita tidak perlu paranoid, tidak perlu panik. Menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari hal itu," ungkapnya.

Baca juga: Turun di Bali, 375 Penumpang Kapal Viking Sun Pulang ke Negaranya

Diberitakan sebelumnya, Bali resmi mengizinkan penumpang Kapal Pesiar Viking Sun untuk turun di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Minggu (8/3/2020).

Mereka diizinkan turun setelah dipastikan tidak ada penumpang maupun kru yang sakit atau mengalami gejala-gejala mirip virus corona atau Covid-19.

"Artinya kalau ketentuan sudah terpenuhi, maka tak ada alasan untuk tak mengizinkan kapal turun. Kami sudah dapat laporan (kesehatan) dan laporan ini sudah disampaikan ke Pak Gubernur semalam," kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Benoa Agustinus Maun, Minggu (8/3/2020).

Maun mengatakan, seluruh penumpang dan kru kapal Viking Sun dinyatakan sehat.

Hal ini diketahui setelah pihaknya mendapat hasil pemeriksaan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar pada Sabtu kemarin.

Pemeriksaan itu dilakukan sebanyak dua kali, yakni pagi pukul 08.30 hingga 10.00 WITA. Kemudian, malam pukul 20.00 hingga 22.30 WITA.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X