Antisipasi Virus Corona, Dinas Kesehatan Pantau 141 TKA di Sukoharjo

Kompas.com - 06/03/2020, 18:37 WIB
Kepala Bidang Pencegahan Penularan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Bejo Raharjo di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Bidang Pencegahan Penularan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Bejo Raharjo di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2020).

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Pemkab Sukoharjo, Jawa Tengah, memantau keberadaan Tenaga Kerja Asing ( TKA), ihwal antisipasi penyebaran virus corona.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo mencatat terdapat 141 TKA yang bekerja di delapan perusahaan.

"Jumlah TKA ada 141 orang tersebar di delapan perusahaan. Kalau dilihat negara, ada 14 negara asal. Termasuk salah satunya adalah China," kata Kepala Bidang Pencegahan Penularan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo Bejo Raharjo, Jumat (6/3/2020).

Baca juga: RSHS Bandung Kembali Rawat Tiga Pasien Suspect Corona

Dia mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan perusahan yang mempekerjakan TKA.

Dikatakan Bejo, perusahaan wajib menyampaikan ke Dinas Kesehatan dan Dinakertrans apabila ada TKA yang pulang ke negara asalnya.

"Setelah kembali lagi kita akan lakukan pemeriksaan kepada mereka. Apakah dia dalam pemantauan, atau masih dalam pengawasan (Covid-19)," ungkap Bejo.

Sebelumnya, jelas Bejo, Dinas Kesehatan Sukoharjo telah memeriksa 26 TKA yang baru kembali ke Tanah Air.

"Setelah dicek mereka dalam kondisi negatif (Covid-19) atau tidak memenuhi kriteria dalam pemantauan atau pengawasan," imbuhnya.

Baca juga: 61 Orang di Sumsel Masuk Dalam Pantauan, 40 Dinyatakan Negatif Corona

Perwakilan RSUD Ir Soekarno Ratna mengatakan, RSUD Ir Soekarno Sukoharjo ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai rumah sakit rujukan kedua setelah RSUD Dr Moewardi Surakarta.

"Jadi kalau ada kasus-kasus yang dalam pemantauan mungkin baru pulang dari luar negeri atau terjangkit dengan penderita (Covid-19) kemudian menderita gejala gangguan pernapasan Ir Soekarno. Protapnya kita tetap periksa lengkap secara laboratorium atau radiologi," kata dokter spesialis paru.

Tahap selanjutnya, kata Ratna, pasien tersebut akan dievaluasi apakah masuk kategori pemantauan atau pengawasan.

Jika masuk tahap pengawasan, maka akan dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Surakarta.

"Kita tidak akan menunda. Jadi observasi 3x24 jam itu batas maksimal yang kami inginkan untuk menegakkan diagnosa," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X