Kompas.com - 06/03/2020, 07:13 WIB
Eksekusi lahan di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah berakhir ricuh, Kamis (5/3/2020). Dalam aksi itu warga yang tidak terima membakar ban bekas dan melempari polisi dengan batu, sedangkan polisi membalas dengan menembakan gas air mata dan tembakan peringatan KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYEksekusi lahan di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah berakhir ricuh, Kamis (5/3/2020). Dalam aksi itu warga yang tidak terima membakar ban bekas dan melempari polisi dengan batu, sedangkan polisi membalas dengan menembakan gas air mata dan tembakan peringatan

AMBON, KOMPAS.com - Kericuhan pecah antara anggota Polda Maluku dan warga saat proses eksekusi lahan di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (5/3/2020).

Dua anggota Samapta Polda Maluku, Ipda Januar dan Bripka Yohanes Ngilawana, terluka akibat bentrokan itu.

Baca juga: Dua Aksi Heroik Warga, Bagi Masker Gratis sampai Larang Borong Dagangan

Keduanya terluka di bagian kepala akibat terkena lemparan batu saat kericuhan terjadi. Mereka dilarikan ke Rumah Sakit dr Umarela Tulehu.

“Ada dua anggota kita yang terkena lempira batu, Cuma lecet ada darah keluar tapi sudah selesai,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2020).

Salah satu polisi yang terluka merupakan komandan peleton unit pengendalian massa (Dalmas).

"Iya dia (Ipda Januar) itu komandan pelaton,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski eksekusi lahan itu berujung kericuhan, tak ada warga yang ditangkap dalam insiden itu.

"Tidak ada warga yang ditangkap, tidak ada,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, proses eksekusi lahan di Dusun Waiselaka, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah berlangsung ricuh, Kamis (5/3/2020).

Kericuhan bermula saat perwakilan PN Ambon dikawal ratusan aparat kepolisian berusaha mengeksekusi paksa lahan di kawasan itu.

Baca juga: RUU Cipta Kerja Dinilai Hanya Berpihak pada Investor, Bukan Kepentingan Masyarakat

Dalam aksi itu, warga membakar ban untuk mengadang polisi dan alat berat. Warga kemudian menghujani polisi dengan batu.

Untuk membubarkan massa, polisi menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan ke udara. Proses eksekusi lahan terpaksa ditunda akibat kericuhan itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.