Kompas.com - 04/03/2020, 16:15 WIB
Korban tertimbun longsor akibat cuaca buruk di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya masih dicari oleh Tim Gabungan BPBD, Basarnas, Polri dan TNI disertai anjing pelacak, Rabu (4/3/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKorban tertimbun longsor akibat cuaca buruk di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya masih dicari oleh Tim Gabungan BPBD, Basarnas, Polri dan TNI disertai anjing pelacak, Rabu (4/3/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung meneliti penyebab longsor yang menimbun seorang warga setempat di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/3/2020).

Hasilnya bencana itu disebabkan oleh banjir bandang di bagian hulu sungai karena aliran airnya tersumbat saat terjadi hujan deras.

"Kita sudah periksa di lokasi kejadian, daerah itu kontur tanahnya banyak batuan vulkanik. Longsor disebabkan oleh banjir bandang akibat saluran air di hulu sungai tersumbat oleh longsoran tanah kecil di hulu awalnya," jelas Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Agus Budianto, kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu siang.

Agus menambahkan, wilayah perbukitan di sekitar lokasi diketahui sebagai daerah dengan kontur tanah tak stabil.

Baca juga: Cari Korban Longsor di Tasikmalaya, Tim Gabungan Terjunkan Anjing Pelacak K-9

Pihaknya pun merekomendasikan pengendalian air sungai itu jika kawasan itu nantinya masih akan dijadikan area pesawahan warga di bagian hilirnya.

Masyarakat setempat pun diminta untuk menanam pohon penguat kontur tanah selain penyangga penahan tebing yang berbentuk sengkedan.

"Kalau masih kawasan ini akan dijadikan area pesawahan nantinya. Kita minta penahan sekitar tebingnya berbentuk terasering (sengkedan). Jadi kalau bisa jangan pakai beronjong yang bentuknya terjal. Kalau airnya gak dikendalikan, longsor akan terjadi lagi," tambah Agus.

Lokasi kejadian selama ini merupakan jalur sungai yang masih mengalir air di bawah material longsoran.

Selama ini air mengalir itu terus menggerus batu dan tanah di dalamnya sampai terjadi longsor akibat lembah sempit.

"Kita lihat material longsoran tanahnya ada dua warna coklat pekat dan coklat muda. Ini bukti kalau aliran air masih terus mengalir di bawah material tanah longsoran," ujar dia.

PVMBG pun meminta masyarakat untuk ikut bertanggung jawab dalam pengendalian air di kawasan itu.

Soalnya lokasi kejadian di bawahnya merupakan area pesawahan yang pengairannya mengandalkan air di hulu sungai tersebut.

"Jadi masyarakat pun harus bertanggung jawab pengendalian air. Kalau tidak bencana akan terjadi lagi," pungkasnya.

Korban longsor

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari BPBD, Basarnas, Polri dan TNI Tasikmalaya mulai mencari seorang warga yang tertimbun longsoran tanah akibat cuaca buruk di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/2/2020) pagi.

Material longsor yang menutup akses jalan itu sepanjang 4 kilometer dengan tinggi sekitar 40 meter mulai dibuka memakai alat berat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan, mengaku pihaknya sejak pagi mulai membongkar material longsoran tanah dan salah seorang warga yang tertimbun sampai sekarang.

"Longsor kemarin semakin besar ditambah hujan deras lagi sejak sore kemarin sampai sore. Kita sudah gunakan alat berat untuk evakuasi korban yang tertimbun dan membongkar tanah longsoran," jelas Irwan kepada wartawan di lokasi kejadian, Sabtu siang.

Baca juga: Pencarian Korban Longsor di Tasikmalaya Terkendala Tingginya Tumpukan Tanah

Sejak pertama longsor Jumat (28/2/2020) lalu, sampai sekarang hari keenam pencarian oleh tim gabungan belum menemukan korban yang tertimbun longsor.

Tim pun mendatangkan anjing pelacak K-9 Polda Jawa Barat untuk memudahkan pencarian keberadaan korban yang tertimbun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X