Kompas.com - 04/03/2020, 07:55 WIB
Seorang pasien RSUD Sayang Cianjur, Jawa Barat dimasukkan ke ruang isolasi khusus karena menderita gejala yang mirip dengan Covid-19. Namun, tim dokter menyebutkan, sejauh ini tidak ada indikasi ke arah pasien suspect virus corona. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSeorang pasien RSUD Sayang Cianjur, Jawa Barat dimasukkan ke ruang isolasi khusus karena menderita gejala yang mirip dengan Covid-19. Namun, tim dokter menyebutkan, sejauh ini tidak ada indikasi ke arah pasien suspect virus corona.

CIANJUR, KOMPAS.com – Seorang pasien yang mengalami gejala mirip dengan virus corona atau Covid-19 masih dirawat di ruang isolasi RSUD Sayang Cianjur, Jawa Barat.

Pihak rumah sakit, disampaikan plt Bupati Cianjur Herman Suherman, telah mengirimkan sampel darah ke Litbangkes Kemenkes RI untuk diuji labolatorium.

“Kalau hasil observasi sementara oleh tim medis di sini, tidak mengarah ke sana (suspect virus corona). Namun, kehati-hatian tentu perlu dilakukan,” kata Herman kepada Kompas.com di Pendopo, Selasa (3/3/2020) petang.

Baca juga: 4 Fakta Penting Meninggalnya Pasien Suspect Corona di Cianjur, Negatif Covid-19

Apalagi, selain mengalami gejala seperti demam, batuk dan sesak, pasien yang bekerja di sebuah restoran China di Jakarta itu punya riwayat kontak dengan warna negara asing (WNA) dari China.

"Namun tentunya kita berharap hasilnya nanti negatif, agar Cianjur bisa benar-benar bebas dari ancaman virus corona," ujar dia.

Herman juga akan segera mengirimkan surat kepada semua manajemen rumah sakit yang ada di Cianjur agar menyiapkan ruang khusus dalam menghadapi wabah virus corona atau Covid-19 ini.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Pasien Meninggal di Cianjur Negatif Virus Corona | Gunung Merapi Kembali Meletus

Puskesmas siaga

"Sejauh ini baru RSUD yang sudah ada (ruang isolasi). Kalau untuk puskesmas-puskesmas kita sudah instruksikan siaga penuh," ucap Herman

Sebelumnya diberitakan, seorang pasien RSUD Sayang Cianjur, Jawa Barat diisolasi di ruangan khusus setelah mengalami gejala yang mirip dengan gejala virus corona atau Covid-19.

Baca juga: Pasien yang Meninggal di Cianjur Negatif Corona, Tim Medis Diminta Tetap Siaga

Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 40 tahun itu masih menjalani observasi dan pemeriksaan intensif tim medis.

Namun, berdasarkan pemeriksaan awal dari pihak Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (KPPI), sejauh ini, pasien tidak mengarah ke indikasi suspect virus corona.

Baca juga: Bukan karena Virus Corona, Pasien Asal Bekasi yang Meninggal di Cianjur Menderita Penyakit Dalam



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X