Erupsi Gunung Merapi Tak Ganggu Penerbangan Bandara di Yogyakarta

Kompas.com - 03/03/2020, 11:13 WIB
Penumpang keluar dari area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin (6/5). Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial. ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKOPenumpang keluar dari area bandara seusai mendarat dengan pesawat komersial Citilink saat penerbangan perdana di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo, DI Yogyakarta, Senin (6/5). Saat ini Bandara YIA mulai beroperasi untuk penerbangan komersial.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Erupsi Gunung Merapi tidak menggangu aktivitas penerbangan di Yogyakarta.

General Manager Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama mengatakan aktivitas Bandara International Adisutjipto Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta tetap berjalan normal.

"Adisutjipto dan YIA, aman (aktivitas penerbangan berjalan normal)," ujar General Manager Angkasa Pura I, Agus Pandu Purnama, Selasa (03/03/2020).

Baca juga: Ini Daerah yang Terdampak Hujan Abu Akibat Erupsi Gunung Merapi

Aktivitas penerbangan di Yogyakarta tidak terdampak erupsi Gunung Merapi karena angin sedang mengarah ke barat daya.  Sedangkan bandara berada di selatan Gunung Merapi.

Petugas lanjutnya juga telah melakukan paper test di Bandara International Adi Sutjipto Yogyakarta dan Yogyakarta International Airport (YIA).

"Hasilnya negatif. Tidak ada abu vulkanik," tegasnya.

Seperti diketahui terjadi erupsi di Gunung Merapi pada Selasa (3/3/2020) sekitar 05.22 WIB. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 milimeter dan durasi 450 detik.

Teramati tinggi kolom abu sekitar 6.000 meter dari puncak. Awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer. Arah angin saat erupsi ke Utara.

Baca juga: Jadi Trending Topic, Berikut Catatan Erupsi Merapi di 2020

BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada. Radius bahaya juga masih sama, 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius bahaya serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Erupsi Gunung Merapi pada Selasa (03/03/2020) pukul 05.22 WIB menyebabkan hujan abu di radius 10 kilometer dari puncak. Hujan abu ini terjadi di wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Regional
Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujuannya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujuannya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Regional
Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Regional
Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Regional
Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Regional
Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Regional
Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Regional
'Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak'

"Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak"

Regional
9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

Regional
Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Regional
Anggota DPRD Mempawah Kalbar Segel Ruang Rapat dan Ruang Pimpinan

Anggota DPRD Mempawah Kalbar Segel Ruang Rapat dan Ruang Pimpinan

Regional
Sempat Tertunda, 222 Dosis Vaksin Akhirnya Dikirim ke Pulau Bawean

Sempat Tertunda, 222 Dosis Vaksin Akhirnya Dikirim ke Pulau Bawean

Regional
KPU Tetapkan Olly-Steven sebagai Paslon Terpilih Pilkada Sulut 2020

KPU Tetapkan Olly-Steven sebagai Paslon Terpilih Pilkada Sulut 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X