KKB yang Tembak Mobil TNI di Keerom Diduga Pimpinan Jefri Pagawak

Kompas.com - 29/02/2020, 19:52 WIB
Danrem 172/PWY Kolonel Inf Binsar Sianipar KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIDanrem 172/PWY Kolonel Inf Binsar Sianipar

JAYAPURA, KOMPAS.com - Danrem 172 PWY Kol Inf Binsar Sianipar menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengadang kendaraan militer di Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, merupakan pimpinan Jefri Pagawak.

"Kami menduga pelaku penghadangan terhadap kendaraan milik Kodim 1701 Jayapura dipimpin Jefri Pagawak, " kata Binsar di Jayapura seperti dilansir Antara, Sabtu (29/2/2020).

Baca juga: Kembali Berulah, KKB Tembaki Mobil TNI di Keerom, Papua, 2 Tentara Terluka

Kelompok tersebut pernah mengadang anggota Satgas Pamtas dari Yonif 713/ST pada akhir Desember 2019. Pengadangan itu menyebabkan satu prajurit gugur.

Lokasi pengadangan yang dilakukan pada Sabtu (29/2/2020) pun berdekatan. Tak ada perkampungan di sekitar lokasi itu. Jalanan dari Kampung Kibey pun menanjak.

Kondisi jalan menanjak itu dimanfaatkan KKB untuk menyergap kendaraan yang lewat. Para anggota KKB akan menembak dari perbukitan di sekitar jalan lalu kabur menuju perbatasan.

Dari laporan yang diterima, pengadangan dilakukan enam orang. Dua anggota KKB menggunakan senapan jenis M16 dan senapan api rakitan double loop, serta senjata tajam seperti parang.

Anggota TNI, kata Binsar, berhasil memukul mundur pasukan tersebut saat kontak senjata berlangsung sekitar pukul 08.30 WIT.

TNI juga mendapatkan senjata api rakitan double loop dan dua parang milik KKB.

Namun, truk milik Kodim 1701 terkena tembakan di bagian kaca depan dan menyebabkan dua anggota terkena serpihan peluru.

Baca juga: Antisipasi Dampak Corona, Pemerintah Diminta Longgarkan Pajak UMKM

Dua anggota Kodim 1701 yang terluka itu dalam kondisi stabil.

"Penghadangan yang dilakukan KKB itu dilakukan sesaat setelah anggota mengantar logistik untuk pembangunan gereja di kampung Kibey dalam rangka TMMD," kata Binsar.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X