Ternak Babi yang Mati di Kabupaten TTU Bertambah Menjadi 912 Ekor

Kompas.com - 28/02/2020, 16:56 WIB
Ilustrasi babi Ilustrasi babi

KUPANG, KOMPAS.com - Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Raymundus Sau Fernandes, menyebut, di wilayahnya jumlah ternak babi yang mati terus meningkat.

"Data terakhir sampai tadi malam itu sudah 912 babi yang mati," ungkap Raymundus, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (28/2/2020) siang.

Ratusan ternak babi yang mati ini, lanjut Raymundus, terjadi sejak Januari hingga tadi malam dan tersebar di 24 kecamatan di wilayah TTU.

Baca juga: Jumlah Babi yang Mati di NTT Mencapai 1.341 Ekor

Raymundus menuturkan, data yang dihimpun sebelumnya ternak babi yang mati di TTU hanya 120 ekor, kemudian meningkat menjadi 440 ekor dan naik saat ini menjadi 912 ekor.

Hingga saat ini, kata Raymundus, pihaknya belum memastikan penyebab matinya ternak babi tersebut.

"Kami masih tunggu hasil laboratorium, untuk memastikan penyebabnya," ujar Raymundus.

Namun, secara pribadi yang juga sebagai peternak, Raymundus menyebut pola pemeliharaan yang harus diperbaiki untuk mencegah matinya babi.

Baca juga: 221 Babi Mati Mendadak di Kota Kupang, Penyebabnya Masih Misteri

Pola pemeliharaan yang dimaksud, mulai dari makanan dan kebersihan kandang itu harus diperhatikan secara baik.

"Kuncinya hanya pola makan, kebersihan kandang dan harus vaksin teratur, sehingga daya tahan ternak babi menjadi lebih baik," kata Raymundus.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X