Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Kompas.com - 27/02/2020, 12:11 WIB
Komisioner KPU Pamekasan Rafiki saat memantau beberapa berkas pendaftaran PPS yang masuk ke sekretariat KPU Sumenep. Ada 84 desa di Sumenep yang masih belum mencukupi pendaftar PPS. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANKomisioner KPU Pamekasan Rafiki saat memantau beberapa berkas pendaftaran PPS yang masuk ke sekretariat KPU Sumenep. Ada 84 desa di Sumenep yang masih belum mencukupi pendaftar PPS.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Warga 84 desa yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kurang berminat untuk menjadi penyelenggara Pilkada Sumenep tahun ini.

Hal ini diketahui setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep melakukan pemeriksaan dokumen pendaftaran Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Dari hasil pemeriksaan dokumen, ada desa yang hanya berisi satu orang pendaftar PPS.

Baca juga: Gojek Tuyul Mengincar Bonus dari Transaksi Fiktif

Data yang disebarkan KPU Sumenep, ada 23 kecamatan yang minim peminat menjadi PPS, masing-masing Kecamatan Ambunten (5 desa), Arjasa (3 desa), Batang - batang (3 desa), Batuputih (2 desa), Bluto (6 desa), dan Dasuk (7 desa).

Selain itu, Kecamatan Dungkek (4 desa), Ganding (1 desa), Gapura (5 desa), Gayam (6 desa), Kalianget (3 desa) dan Kangayan (1 desa).

Kemudian, Kota (3 desa), Lenteng (2 desa), Manding (4 desa), Masalembu (4 desa).

Berikutnya, Kecamatan Nonggunong (7 desa), Pragaan (1 desa), Raas (3 desa), Sapeken (6 desa), Saronggi (3 desa), Talango (6 desa).

Baca juga: Seorang Remaja Perempuan Tendang Kepala Ibunya karena Alasan Sepele

Komisioner KPU Sumenep Rafiki Tanzil menjelaskan, belum diketahui pasti apa penyebab minimnya warga yang berminat untuk menjadi PPS.

Padahal, sejak Desember 2019 kemarin, seluruh komisioner KPU Sumenep sudah blusukan melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan di Sumenep.

Dalam sosialisasi tersebut, banyak perwakilan warga dan organisasi kemasyarakatan serta tokoh masyarakat yang hadir.

"Ada desa yang berisi satu pendaftar. Ada yang 6 orang dan ada yang sampai 10 pendaftar. Bervariasi jumlahnya, tapi khusus 84 desa, banyak yang minim," ujar Rafiki Tanzil saat ditemui, Kamis (27/2/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

2 Lansia Positif Corona di Cilacap, Punya Riwayat Perjalanan ke Lembang

Regional
Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Viral Foto Nelayan Kubur 2 Ton Tuna Hasil Tangkapan, Ini Penjelasannya

Regional
Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebaran Covid-19 di Desa-desa

Regional
Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Regional
Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Regional
Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Regional
Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X