Banjir 1 Meter di Prabumulih, Warga Mandi dan Cuci Pakaian di Jalan

Kompas.com - 24/02/2020, 13:57 WIB
Banjir yang merendam jalan penghubung Kota Prabumulih dan Kabupaten PALI di Kelurahan Sungai Medang Prabumulih dimanfaatkan warga untuk mencuci pakaian dan kendaraan. AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGBanjir yang merendam jalan penghubung Kota Prabumulih dan Kabupaten PALI di Kelurahan Sungai Medang Prabumulih dimanfaatkan warga untuk mencuci pakaian dan kendaraan.

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Banjir sedalam satu meter merendam jalan penghubung Kota Prabumulih dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, di Kelurahan Sungai Medang, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

Banjir dari luapan Sungai Lematang itu sudah merendam jalan tersebut lebih dari seminggu.

Akibat banjir, warga kesulitan melintasi jalan tersebut yang berdampak pada kehidupan mereka.

Baca juga: RSUD Kraton Pekalongan Terendam Banjir, Puluhan Pasien Dievakuasi

Warga yang ingin menuju ke dua wilayah itu bisa melalui jalan alternatif, yaitu memutar lewat Desa Modong, namun dengan jarak tempuh tiga kali lipat lebih jauh dari jalur semula.

Pantauan di lokasi, Senin (24/2/2020), terlihat banjir sedalam antara 30 cm hingga 1 meter merendam jalan utama penghubung Kota Prabumulih dan Kabupaten PALI melalui Sungai Medang.

Banjir membuat warga dari dua kota dan kabupaten itu tidak bisa melintas. Kalaupun nekat melintas, harus menanggung risiko mesin mati atau rusak.

Banjir itu sendiri dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci pakaian dan mencuci kendaraan.

Akimudin, warga Prabumulih mengatakan, banjir yang merendam itu sudah belangsung lebih dari seminggu. Banjir berasal dari luapan Sungai Lematang yang ada di ujung desa.

Banjir di jalan itu hampir terjadi setiap tahun, bahkan pernah dalam satu tahun terjadi dua kali.

Akimudin yang hendak memikat burung mengaku terpaksa putar balik karena tidak berani melintas karena khawatir motornya rusak.

“Banjir dalamnya sepaha Pak, saya mau mikat burung ke Desa Tanjung Dalam di seberang tak berani lewat karena takut mesin mati,” kata Akimudin

“Terpaksa putar balik pak, dari pada motor rusak” tambah Akimudin sambil memutar motornya.

Baca juga: BPBD: Pendangkalan Sungai Citanduy Penyebab Utama Banjir Tahunan di Tasikmalaya

Akimudin berharap pemerintah meninggikan badan jalan agar ke depan tidak lagi terendam banjir.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulungagung Banyak Zona Hijau Covid-19, Bupati Belum Terapkan Belajar Tatap Muka untuk TK-SMP

Tulungagung Banyak Zona Hijau Covid-19, Bupati Belum Terapkan Belajar Tatap Muka untuk TK-SMP

Regional
Detik-detik Prada Hengky Hilang di Papua Saat Kejar Orang Mencurigakan

Detik-detik Prada Hengky Hilang di Papua Saat Kejar Orang Mencurigakan

Regional
Seorang Brimob Gadungan Ditangkap, Polisi: Dia Pakai Baju Dinas untuk Gaya-gayaan

Seorang Brimob Gadungan Ditangkap, Polisi: Dia Pakai Baju Dinas untuk Gaya-gayaan

Regional
Soal Baliho Rizieq, Satpol PP: Kalau yang Memasang Bisa Menurunkan Sendiri, Itu Lebih Baik...

Soal Baliho Rizieq, Satpol PP: Kalau yang Memasang Bisa Menurunkan Sendiri, Itu Lebih Baik...

Regional
Prajurit Hilang Saat Patroli di Tembagapura, TNI Minta Bantuan Basarnas

Prajurit Hilang Saat Patroli di Tembagapura, TNI Minta Bantuan Basarnas

Regional
Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Positif Covid-19 Setelah Pulang Takziah dari Jakarta, Guru TK Sempat ke Sekolah

Regional
Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Angka Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional, Ganjar: Itu Karena Satgas Pusat Telat Input Data

Regional
Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Pemprov Jatim Siapkan 3 Jalan Penghubung dari Tol Trans Jawa ke Jalur Lintas Selatan

Regional
Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Dua Pegawai KAI Positif Covid-19, Salah Satunya Masinis

Regional
3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

3 Guru dan 2 Murid di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular di Sekolah

Regional
Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Pemkot Probolinggo: Pesan Berantai Wakil Wali Kota Meninggal Hoaks

Regional
Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Gara-gara Menangis Ditinggal Masak Ibunya, Bocah 2 Tahun Dianiaya Ayah hingga Tangannya Patah

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Libur Panjang Akhir Oktober Dituding Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Regional
Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Gigi Bangkai Paus yang Terdampar di Bali Hilang, KKP: Seluruh Tubuh Paus Tak Boleh Dimanfaatkan

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Ketua FPI Pekanbaru dan Satu Anggotanya Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X