Ridwan Saidi Sebut Kerajaan Galuh Fiktif, Guru Besar Ilmu Sejarah Angkat Bicara

Kompas.com - 21/02/2020, 05:56 WIB
Guru besar sejarah Universitas Padjajaran, Prof Dr Nina Herlina menyampaikan pengalamannya meneliti Kerajaan Galuh saat acara Gelar Usik Galuh, Kamis (20/2/2020). KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHAGuru besar sejarah Universitas Padjajaran, Prof Dr Nina Herlina menyampaikan pengalamannya meneliti Kerajaan Galuh saat acara Gelar Usik Galuh, Kamis (20/2/2020).

Dia menambahkan harus kuliah 11 tahun untuk menjadi doktor. Hal ini tidak mungkin dilakukan peminat sejarah.

Soal makna Galuh brutal

Ihwal Ridwan Saidi menyebut Galuh berarti brutal dalam bahasa Armenia, Nina balik tanya itu dari kamus mana. Tidak semua orang tahu kamus itu. "Saya saja belum melihatnya," ujarnya.

Baca juga: Kamis, Pemkab Ciamis Kumpulkan Sejarawan, Budayawan hingga Ulama Bahas Polemik Galuh

Jika peminat sejarah seperti Ridwan Saidi mengartikan Galuh brutal, kata Nina, maka sejarawan akademisi tidak bisa langsung mengatakan hal serupa. Sejarawan harus meneliti benda (prasasti), tulisan atau naskah-naskah.

"Ada naskah-naskah Sunda yang menyebut soal Galuh. Ridwan Saidi tidak baca ini," ucapnya.

Prasasti Tatar Sunda

Terkait prasasti, Nina menjelaskan Tatar Sunda hanya punya 30 prasasti sepanjang 1.500 tahun. Orang Sunda, kata dia, bukannya malas melainkan kultur budaya Sunda yang kehidupannya berladang atau berpindah-pindah sehingga tidak memiliki candi besar. 

"Oleh karenanya ibu kota Galuh berpindah-pindah. Makanya tak ada candi besar di sini," jelas Nina.

Seorang sejarawan akademisi juga harus menguasai sejumlah interpretasi, di antaranya interpretasi verbal, logis, psikologis, faktual hingga teknis.

Ketika Ridwan Saidi bicara Galuh berarti brutal, kata Nina, itu termasuk interpretasi verbal.

"Dia harus melakukan interpretasi logis. Dia harus berpikir, masak orang Galuh memberi nama kerajaannya brutal," ujar Nina.

Terkait prasasti Galuh disebut palsu, Nina menjelaskan, saat penelitian ia melibatkan doktor arkeolog dan ahli geologi di timnya.

Kata Nina, yang bisa membaca prasasti bukan sejarawan, tapi arkeolog.

"Mereka melihat guratannya, huruf dan tulisan," jelas Nina.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.