Pulang Sebelum Tangkap Buaya Berkalung Ban, Matt Wright Janji Kembali

Kompas.com - 18/02/2020, 05:30 WIB
Sebelum Menuju Bandara Mutiara Sis Aljufri untuk terbang ke Jakarta selanjutnya  ke Australia, Matthew Nicolas Wright menyempatkan diri ke muara sungai Palu, Senin (17/2/2020) KOMPAS.COM/ERNA DWI LIDIAWATISebelum Menuju Bandara Mutiara Sis Aljufri untuk terbang ke Jakarta selanjutnya  ke Australia, Matthew Nicolas Wright menyempatkan diri ke muara sungai Palu, Senin (17/2/2020)
Editor Khairina

KOMPAS.com - Matthew Nicolas Wright dan tim satuan tugas (satgas) belum berhasil membebaskan ban dari leher buaya di Sungai Palu.

Sebelum menuju Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu untuk pulang ke Australia, Matt Wright mengatakan, tim sudah bekerja dan melakukan tugasnya dengan sangat baik.

Terkait dengan apakah buaya itu semakin terancam dengan adanya ban di lehernya, Matt Wright mengatakan bahwa buaya berkalung ban masih dalam keadaan sangat sehat.

"Dia belum terpengaruh pada ban itu. Jadi kita punya waktu beberapa tahun lagi," kata Matt, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Matt Wright Pulang ke Australia, Buaya di Sungai Palu Masih Berkalung Ban

Namun, Matt berjanji jika ban di leher buaya di sungai Palu belum juga terlepas, Mei 2020 mendatang, ia akan kembali bergabung dengan tim satgas penyelamatan satwa liar.

Misinya, melepaskan ban di leher buaya Sungai Palu.

Sementara itu, Ketua Satgas Penyelamatan Satwa Liar Haruna mengatakan, Matt Wright sudah harus kembali ke Australia.

Namun, bukan berarti upaya untuk melepaskan ban di leher buaya berakhir.

"Operasi akan kami terus lakukan walaupun tidak seintensif ini. Kami coba menarik simpati dulu sama satwa ini agar tidak terjadi perubahan perilaku yang signifikan," kata Haruna.

Baca juga: Buaya Berkalung Ban Belum Tertangkap, Harpun Matt Wright Kenai Buaya Lain yang Seukuran

Menurutnya keberadaan satwa ini memang sudah terlalu lama diburu dan belum berhasil.

Ia khawatir, jika terus diburu bisa menyebabkan buaya menjadi stress.

Jika stress dikhawatirkan mengganggu buaya lain.

Sehingga, ketika terjadi perubahan perilaku dikhawatirkan mengganggu masyarakat yang ada di sekitarnya.

(Kontributor Palu, Erna Dwi Lidiawati)

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Saya Tak Tahu Awal Mulanya, Tiba-tiba Suroto Tiduran, Tak pernah Bangun'

"Saya Tak Tahu Awal Mulanya, Tiba-tiba Suroto Tiduran, Tak pernah Bangun"

Regional
Janjikan Lulus CPNS, Nenek 74 Tahun Bawa Kabur Uang Rp 250 Juta Milik Korban

Janjikan Lulus CPNS, Nenek 74 Tahun Bawa Kabur Uang Rp 250 Juta Milik Korban

Regional
Selain karena Harta Warisan, Ibu Kalsum Adukan Anaknya soal Pencemaran Nama Baik

Selain karena Harta Warisan, Ibu Kalsum Adukan Anaknya soal Pencemaran Nama Baik

Regional
Saat Pandemi, 70 Siswa SMK Itu Pesta 'Prom Night' di Hotel...

Saat Pandemi, 70 Siswa SMK Itu Pesta "Prom Night" di Hotel...

Regional
Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Ngotot Laporkan Anak Ibu Kalsum ke Polisi

Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Ngotot Laporkan Anak Ibu Kalsum ke Polisi

Regional
Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Regional
Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya soal Harta Warisan, Polisi: Belum Tentu Bisa Jadi Laporan

Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya soal Harta Warisan, Polisi: Belum Tentu Bisa Jadi Laporan

Regional
Sempat Ingin Dipenjarakan, Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya ke Polisi soal Harta Warisan

Sempat Ingin Dipenjarakan, Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya ke Polisi soal Harta Warisan

Regional
Fakta Ayah Cabuli Anak Kandung, Dilakukan Selama 10 Tahun, Tepergok Istri

Fakta Ayah Cabuli Anak Kandung, Dilakukan Selama 10 Tahun, Tepergok Istri

Regional
TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Ini 2 Opsi bagi Pemkot

TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Ini 2 Opsi bagi Pemkot

Regional
TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Komandan: Mereka Tempati Aset Kami

TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Komandan: Mereka Tempati Aset Kami

Regional
'Beras 10 Kilogram Itu Seharga 4 Gram Emas, Kalau Dibeli dengan Uang Rp 2 Juta'

"Beras 10 Kilogram Itu Seharga 4 Gram Emas, Kalau Dibeli dengan Uang Rp 2 Juta"

Regional
Cerita Suroto, Tiduran 10 Tahun di Kamar dan Pernah Dipenjara

Cerita Suroto, Tiduran 10 Tahun di Kamar dan Pernah Dipenjara

Regional
Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Regional
Ganjar Sebut Semua ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 merupakan Orang Tanpa Gejala

Ganjar Sebut Semua ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 merupakan Orang Tanpa Gejala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X