Polda Sulsel: Sepucuk Senpi Rakitan Dijual hingga Rp 25 Juta

Kompas.com - 18/02/2020, 05:00 WIB
Kepala Polda Sulsel, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe menggelar kasus perakitan dan perdagangan senjata api rakitan beserta ratusan amunisinya. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTOKepala Polda Sulsel, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe menggelar kasus perakitan dan perdagangan senjata api rakitan beserta ratusan amunisinya.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Pembuat senjata api (senpi) rakitan berbagai jenis menjual barang terlarang tersebut di berbagai daerah di Indonesia dengan harga bervariasi hingga Rp 25.000.000 setiap pucuknya.

“Dari pengakuan Adel Ismawan, dia telah merakit dan telah menjual 6 pucuk senpi rakitan di beberapa daerah di Indonesia dengan harga bervariasi tergantung jenisnya. Setiap pucuknya, harga senpi yang dijualnya hingga Rp 25.000.000,” ungkap Kepala Polda Sulsel, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe dalam konfrensi persnya, Senin (17/2/2020).

Mas Guntur mengungkapkan, Adel Ismawan telah menjual sepucuk senpi rakitan jenis revolver kecil kepada Sahabuddin di Kabupaten Wajo seharga Rp 19.000.000 yang kini telah diamankan.

Selain itu, sepucuk senpi jenis makarov dijual kepada orang berinisial buronan SN seharga Rp 25.000.000, sepucuk senpi jenis revolver dijual kepada buronan BY di Bandung seharga Rp. 10.000.000.

Baca juga: Polisi Ungkap Perdagangan Senpi dan Amunisi dari Sulsel ke Jakarta

Kemudian, sepucuk senpi jenis revolver kecil dijual kepada buronan BD di Desa Rajang, Kabupaten Wajo seharga Rp 10.000.000,  sepucuk senpi laras panjang jenis patalop dijual kepada buronan Om SNI di Desa Rajang, Kabupaten Wajo seharga Rp 4.000.000.

 “Pembeli senpi rakitan dari Adel Ismawan, baru seorang yang diamankan yakni Sahabuddin beserta istrinya, Darmawati (42). Sedangkan 5 orang pembeli senpi rakitan masih dalam pengejaran polisi,” paparnya.  

Mas Guntur menegaskan, saat ini ada 5 orang yang telah diamankan dalam kasus perdagangan senpi rakitan di Sulsel.

Namun, baru tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing Asriyani (51), seorang PNS, tukang las bernama Chairil Anwar (39), dan seorang karyawan swasta bernama Adel Ismawan (47) warga Rusunawa, Marunda, Blok Baronang, nomor 207 lantai 2, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Sedangkan Sahabuddin (45) selaku pembeli senpi rakitan beserta istrinya, Darmawati (42) masih dalam pemeriksaan sebagai saksi.

Tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tanpa hak menerima, menguasai, memiliki, menyimpan, dan menyembunyikan senjata api dan amunisi illegal tersebut di dalam rumahnya serta memperjual belikan senjata api rakitan dikenakan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951 (LN No. 78 Tahun 1951) Jo Pasal 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

Baca juga: Kelompok Curanmor Lampung Takuti Korban dengan Senpi Mainan

Sebelumnya diberitakan, aparat kepolisian berhasil mengukap kasus perdagangan senjata api dari Sulsel ke sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jakarta dan Bandung.

Dari pengungkapan kasus itu, polisi telah mengamankan lima orang dan tiga orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan 5 orang pembeli senjata api rakitan dari Sulsel masih dalam pengejaran polisi.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Mamuju Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Mamuju Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
4 Pencuri Relief Makam Ditangkap, Barang Curian Hendak Dijual ke Jakarta

4 Pencuri Relief Makam Ditangkap, Barang Curian Hendak Dijual ke Jakarta

Regional
Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Kerangka Jendela

Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Kerangka Jendela

Regional
Beredar Foto Diduga Hasil Putusan MA soal Gugatan Petahana, Ini Tanggapan KPU Ogan Ilir

Beredar Foto Diduga Hasil Putusan MA soal Gugatan Petahana, Ini Tanggapan KPU Ogan Ilir

Regional
23 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning, Khofifah: Kesembuhan Konsisten Dibanding Kasus Baru

23 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning, Khofifah: Kesembuhan Konsisten Dibanding Kasus Baru

Regional
Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Regional
Baru Lahir, Bayi Perempuan Ini Positf Corona Tertular dari Ibunya

Baru Lahir, Bayi Perempuan Ini Positf Corona Tertular dari Ibunya

Regional
Ingin Hidup Mandiri, Puluhan Mantan ODGJ Bercocok Tanam hingga Membatik

Ingin Hidup Mandiri, Puluhan Mantan ODGJ Bercocok Tanam hingga Membatik

Regional
Banjir Bandang Terjang Tujuh Desa di Trenggalek, Ratusan Rumah Terendam

Banjir Bandang Terjang Tujuh Desa di Trenggalek, Ratusan Rumah Terendam

Regional
Erick Thohir: 2022 Tak Lagi Beli Vaksin Impor

Erick Thohir: 2022 Tak Lagi Beli Vaksin Impor

Regional
Viral, Video Anggota TNI Masuk Gorong-gorong, Begini Ceritanya

Viral, Video Anggota TNI Masuk Gorong-gorong, Begini Ceritanya

Regional
Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Ini Kronologi Dugaan Kasusnya

Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka, Ini Kronologi Dugaan Kasusnya

Regional
2 Santri Lombok Tengah Terseret Air Bah, 1 Tewas, 1 Hilang

2 Santri Lombok Tengah Terseret Air Bah, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Jadi Pasien Covid-19 Pertama, Sekda Kabupaten Taliabu: Saya Sudah Sembuh Total...

Jadi Pasien Covid-19 Pertama, Sekda Kabupaten Taliabu: Saya Sudah Sembuh Total...

Regional
Kisah Perawat Pasien Covid-19, Dimarahi hingga Dilarang Pulang ke Rumah

Kisah Perawat Pasien Covid-19, Dimarahi hingga Dilarang Pulang ke Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X