Dinonaktifkan karena Diduga Hina Jokowi, Dosen Unnes Habiskan Waktu dengan Menulis Buku

Kompas.com - 16/02/2020, 17:57 WIB
Postingan SHP yang diduga sebagai ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi. KOMPAS.com/facebook pribadiPostingan SHP yang diduga sebagai ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi.

SEMARANG, KOMPAS.com - Sucipto Hadi Purnomo, dosen di Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini dinonaktifkan sebagai dosen oleh pihak kampus pada Rabu (12/2/2019).

Sucipto diduga melakukan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Facebook miliknya.

Meski meragukan tuduhan itu, Sucipto tetap mengikuti proses tersebut. 

Baca juga: Dosen Unnes Duga Penonaktifan karena Kasus Plagiarisme, Bukan Penghinaan Jokowi

Selama dinonaktifkan, Dosen Fakultas Bahasa dan Seni ini akan lebih banyak menulis.

Menurutnya, dengan menulis dapat merekam jejak pemikiran yang tak pernah lekang dimakan oleh waktu.

"Tak pernah ada yang berbekas, kecuali yang dituliskan," kata Sucipto kepada Kompas.com, Minggu (16/2/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dosen yang mengajar di jurusan Bahasa dan Sastra Jawa sejak 2005 ini memang aktif menulis berbagai artikel tentang pendidikan dan kebudayaan.

Salah satunya tentang cerita bersambung sepanjang 868 seri berjudul Saridin Mokong yang bercerita tentang sosok yang dianggap melakukan perlawanan.

Hampr semua karya tulisannya pernah dimuat di media massa.

Sementara saat ini, dia mengaku berencana merampungkan penulisan buku terbarunya yang ia beri judul "Menjerat Plagiat".

"Sekarang masih proses editing. Sumber saya dapatkan dari hasil pemeriksaan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, terutama terkait dengan kasus plagiasi," ujar Sucipto.

Pria yang pernah memprakarsai penerbitan sejumlah buku sastra Jawa ini bercerita, inspirasi buku tersebut dia dapatkan dari perjumpaan langsung dengan kasus-kasus plagiarisme di berbagai perguruan tinggi.

Selain buku yang sedang ditulism dia juga mengaku telah menelurkan dua buah buku berjudul "Belajar Dusta di Sekolah Kita" di tahun 2008 dan buku "Wong Jowo Kok (Ora) Ngapusi" pada tahun yang sama.

Baca juga: Pengakuan Dosen Unnes yang Diskors Gara-gara Dianggap Hina Jokowi di Facebook

Buku tersebut merupakan kumpulan esai dan opini yang berbicara mengenai dunia pendidikan dengan pendekatan kritis.

Sementara buku satunya, ditulis menggunakan bahasa Jawa yang menyoal tentang hal-hal kontekstual, tapi dengan perspektif kultural dalam bingkai tradisi Jawa.

Sebelumnya diberitakan, melalui Keputusan Rektor UNNES Nomor B/167/UN37/HK/2020, Sucipto dinonaktifkan sementara sebagai dosen.

Sucipto dibebastugaskan pihak kampus lantaran diduga menghina Jokowi melalui unggahan di akun Facebook pribadinya.

Unggahan yang dimaksud bertuliskan ''Penghasilan anak-anak saya menurun drastis tahun ini. Apakah Ini Efek Jokowi yang terlalu asyik dengan Jan Ethes?".

Sucipto menulisnya pada 10 Juni 2019.

Namun, Sucipto menduga, penonaktifan dirinya sebagai pengajar di Unnes dilatarbelakangi rangkaian kasus dugaan plagiarisme karya ilmiah.

"Diduga karena saya pernah diminta menjadi saksi dalam kasus yang dilaporkan oleh pimpinan Unnes ini ke Polda Jawa Tengah," kata Sucipto di Semarang, mengutip Antaranews, Sabtu (15/2/2020).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.