Kongres V PAN Ricuh, 10 Kader Termasuk Ketua DPD Terluka

Kompas.com - 11/02/2020, 15:54 WIB
Kericuhan kembali terjadi di Kongres V PAN pada hari kedua, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKericuhan kembali terjadi di Kongres V PAN pada hari kedua, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

KENDARI, KOMPAS.com - Hari kedua pelaksanaan Kongres V Partai Amanat Nasional ( PAN) di Hotel Claro, Kendari, Selasa (11/2/2020), kembali diwarnai kericuhan.

Sejumlah peserta Kongres terlibat aksi saling lempar kursi saat sidang diskors oleh pimpinan sidang.

Sekitar 10 orang peserta mengalami luka-luka, di antaranya Ketua DPD Banyuwangi Sugiarto.

Baca juga: Kronologi Kericuhan Kongres PAN di Kendari, Saling Ejek hingga Menolak Keluar Ruangan

Mereka langsung mendapat perawatan medis dari bidang Dokkes Polda Sultra di lantai 1 Hotel Claro.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum ( Dir Reskrimum) Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries Elfatar mengatakan, dari 10 kader yang terluka, ada 4 orang mendapat perawatan di rumah sakit Bhayangkara Kendari.

Tak hanya itu, sejumlah pintu masuk dalam ruangan sidang pecah.

Kericuhan ini dimulai saat tim pendukung calon ketua umum PAN Mulfachri Harahap masuk ke dalam arena sidang untuk memprotes panitia Kongres.

Baca juga: Asman Abnur Mundur dari Pencalonan Ketua Umum PAN

Panitia sudah menetapkan bahwa selama masa skors semua peserta berada di luar, tetapi di dalam masih banyak pendukung Zulkifli Hasan (Zulhas).

Calon Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap di Hotel Claro, Kendari, Selasa (11/2/2020).KOMPAS.com/Haryantipuspasari Calon Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap di Hotel Claro, Kendari, Selasa (11/2/2020).
Para pendukung Mulfachri langsung menerobos pintu pengamanan sampai ke dalam ruangan sidang.

Bentrok pun tidak terhindari, sejumlah kursi menjadi sasaran amukan massa.

Mulfachri Harahap mengatakan, ia telah memprediksi sejak awal akan terjadi keributan.

"Karena registrasi kepesertaan itu buruk sekali, karena banyak tanda peserta yang beredar kepada mereka yang tidak berhak. Ini yang kami persoalkan dari waktu ke waktu, minta SC segera tertibkan dari seminggu yang lalu, masuk Kongres tanpa kartu peserta juga," ungkap Mulfachri.

Baca juga: Kongres PAN Sempat Ricuh, Panitia Lakukan Pengecekan Ulang Peserta

Mulfachri mengatakan, setelah rapat diskors, semua peserta diminta untuk keluar dari ruangan dan melakukan verifikasi data ulang, tetapi tim Zulhas memilih tetap bertahan.

Kejadian tersebut membuat Mulfachri Harahap bersama Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais meninggalkan ruang sidang disusul tim pendukungnya.

Sementara itu, calon ketua umum lainnya, yaitu Zulhas, Asman Abnur, dan Drajad Wibowo, tetap berada di dalam ruang Kongres bersama pendukungnya.

“Kita harus tetap di sini, shalat di sini, makan di sini, sampai acara Kongres selesai,” kata Zulhas di ruang sidang.

 

Mantan Ketum PAN Hatta Rajasa menjelaskan, keributan ini adalah hal yang biasa terjadi dan itu dinamika partai sehingga bukan hal yang harus dipermasalahkan.

Anggota Steering Committee (SC) sekaligus pemimpin sidang Ahmad Farhan Hamid mengatakan akan melanjutkan beberapa agenda rapat, yakni penyusunan tata tertib.

Namun, sejumlah peserta meminta dilakukan verifikasi ulang peserta.

Dia yakin semua peserta yang masuk telah diverifikasi panitia lokal dengan menggunakan sistem digital dengan diidentifikasi KTP masing-masing menggunakan scan barcode.

Baca juga: Kubu Mulfachri Sebut 30 Peserta Luka-luka Usai Ricuh di Kongres V PAN

Sementara itu, Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam menjelaskan, pihaknya telah pengamanan ruang sidang setelah ada permintaan dari panitia Kongres.

Mengenai kebijakan lain dari pelaksanaan acara tersebut merupakan hak dari pimpinan sidang. Polisi hanya mengamankan ketika dibutuhkan oleh pihak panitia.

“Soal pemicunya kita kembalikan ke internal partai, melihat kegaduhan ini masuk dalam ranah internal partai. Kita tidak ikut campur,” ungkap Merdy seusai pengamanan kericuhan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

3 Pesepeda di Sleman Diduga Disiram Air Keras Saat Gowes

Regional
Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Ada 1,9 Juta Pemilih Milenial dan 3.989 Difabel di Pilkada Banten

Regional
Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Polisi Tangkap Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya di Depan Panti Asuhan

Regional
Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Cerita 11 Tahun Susuri Setapak di Hutan Belantara Kalimantan demi Mengajar...

Regional
Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Proses Hukum Pelaku Perusakan Mesin ATM BRI Dihentikan Polisi, Ini Alasannya

Regional
Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Tak Ada Kasus Covid-19 Baru di Mataram Selama 6 Hari, Gugus Tugas: Semoga Terus Bertahan

Regional
Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Regional
Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Regional
Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Regional
Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan 'Drive-Thru'

Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan "Drive-Thru"

Regional
Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Regional
Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Regional
Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Regional
Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Regional
Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X